Diduga Akibat Puntung Rokok, Kebun Milik Warga Nusasari Jembrana Ludes Terbakar

Muhammad Basir • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:25 WIB
PADAMKAN API : Petugas melakukan pemadaman api yang membakar lahan. (Foto Polsek Melaya, Jembrana)
PADAMKAN API : Petugas melakukan pemadaman api yang membakar lahan. (Foto Polsek Melaya, Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Warga Banjar Nusasari Kelod, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, dibuat geger oleh musibah kebakaran lahan perkebunan pada Selasa (18/8/2026) malam.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Kubu Marak, Damkartan Karangasem Terhadang Sinyal Blank dan Minim Personel

Api yang mendadak muncul di kebun milik I Ketut Sergig tersebut diduga kuat dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga menyambar tumpukan daun kering.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 21.45 Wita. Saat itu, saksi melihat api telah membesar dari arah kebun yang lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga.

Baca Juga: Dampak Kemarau Mulai Terasa, Kebakaran Lahan Marak di Jembrana, 10 Are Lahan di Pohsanten Hangus Dilalap Si Jago Merah

Melihat kobaran api, warga bersama perangkat desa langsung bergerak melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Karena khawatir api merembet ke pemukiman dan lahan lainnya, warga segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.

Tiga unit armada Damkar Pemkab Jembrana tiba di lokasi sekitar pukul 22.05 Wita. Petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 22.40 Wita.

”Proses pemadaman dan pendinginan selesai,” terang Kapolsek Melaya Kompol Putu Suarmadi, Rabu (19/8/2026).

Suarmadi menjelaskan, dari hasil pengecekan awal, tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian material berarti akibat kejadian tersebut. Polisi juga telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.

”Dugaan sementara penyebabnya puntung rokok yang masih menyala kemudian dibuang ke area kebun dan mengenai tumpukan daun kering,” ungkapnya.

Kondisi lahan yang dipenuhi material kering membuat api dengan cepat membesar. Polisi pun mengingatkan warga agar tidak sembarangan membuang puntung rokok, terlebih saat kondisi lingkungan sedang kering dan rawan terbakar.

”Jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang banyak terdapat daun kering,” tegas Suarmadi. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau ekstrem karhutla Damkar Jembrana Melaya Jembrana kebakaran lahan