MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Ajal memang tak kenal kapan dan dimana. Jika sudah waktunya Tuhan pasti memanggilnya. Kali ini, niat berolahraga dengan mengayuh sepeda berubah menjadi petaka.
Seorang pria berinisial K, 57, mendadak tersungkur dan tidak sadarkan diri saat bersepeda di depan Toko Parfum Massimo, Jalan Raya Canggu, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Selasa (25/8) sekitar pukul 09.50 Wita. Nyawanya tak tertolong.
Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, S.H. menerangkan, sebelum kejadian korban terlihat mengendarai sepeda.
Seorang saksi bernama Moh. Kahfi, 51, yang saat itu sedang bekerja sebagai driver ojek online melihat korban berhenti di pinggir jalan.
Saksi awalnya mengira korban hendak beristirahat.
"Namun, saksi melihat korban tampak sangat pucat sehingga merasa curiga dan kemudian berbalik untuk melihat kondisinya,” terang Aiptu Ayu, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Cegah Kebakaran, Dispar Bali Minta Pengelola Desa Wisata Tingkatkan Kewaspadaan
Kecurigaan saksi terbukti. Setelah memarkirkan sepeda, korban berdiri dalam kondisi tubuh gemetar.
Tak lama kemudian korban tiba-tiba jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri. Akibat terjatuh, korban mengalami luka pada bagian mulut.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dan menghubungi pihak terkait.
“Saat berdiri, tubuh korban terlihat gemetar. Kemudian korban tiba-tiba jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Petugas Puskesmas Kuta Utara yang datang melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pupil mata korban sudah melebar, nadi pusat tidak teraba, tekanan darah tidak terbaca serta saturasi oksigen tidak terdeteksi.
Kondisi korban juga sudah membiru dan terdapat darah keluar dari mulut.
Dari pemeriksaan awal, korban diduga mengalami serangan jantung. Dugaan tersebut diperkuat keterangan keluarga yang menyebut korban memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
“Korban diketahui memiliki riwayat tensi tinggi. Meski demikian, korban tetap rutin melakukan olahraga bersepeda,” ungkap Aiptu Ayu.
Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Kendati demikian, untuk memastikan penyebab kematian secara medis, otopsi tetap diperlukan.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PC GP Ansor Kabupaten Badung menuju RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, sekitar pukul 10.50 Wita.
Polisi telah mendatangi lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, menghubungi keluarga korban serta melakukan penanganan awal atas peristiwa tersebut.
Tidak ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.
"Anggota masih berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan jenazah dan proses selanjutnya," pungkasnya.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com