Niat Obati Sakit Kulit di Pantai Goa Lawah, Pasutri Asal Bangli Tewas Terseret Arus Laut

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:53 WIB
TERSERET ARUS : Nahas pasutri di Pantai Goa Lawah, rest area Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. (foto:ist)
TERSERET ARUS : Nahas pasutri di Pantai Goa Lawah, rest area Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. (foto:ist)

SEMARAPURA, Radar Bali.id– Niat membasuh kaki untuk terapi pengobatan berujung duka. Pasangan suami istri (pasutri) nahas, asal Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli, I Nengah Rima, 60, dan Ni Nyoman Simpen, 55, tewas terseret arus di perairan Pantai Goa Lawah, rest area Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca Juga: Remaja Terseret Arus di Pantai Pererenan, Basarnas Kerahkan Drone Thermal

Peristiwa tragis ini bermula saat rombongan pengantin pria asal Banjar Dinas Liligundi, Desa Bebandem, Karangasem, hendak menuju wilayah Sakah, Gianyar untuk meminang (ngidih) seorang gadis sekitar pukul 08.20 Wita. Di tengah perjalanan, rombongan beristirahat di Rest Area Goa Lawah untuk sarapan.

Saat itulah kedua korban yang ikut dalam rombongan berjalan menuju bibir pantai untuk mengambil air laut.

”Informasinya air laut mau dipakai obat gatal karena Simpen memiliki sakit kulit yang tak kunjung sembuh. Sudah sempat dilarang, tapi tetap turun. Waktu saya berbalik, tiba-tiba gelombang membesar dan mereka sudah terseret arus,” tutur kerabat korban, I Wayan Dangin Darmika.

Melihat kejadian tersebut, keponakan korban, I Komang Agus Putrawan, 37, berenang mencoba menolong namun ikut terseret sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke tepi. Sementara anak korban, I Kadek Agus Karma Yasa, 32, tidak mampu menjangkau posisi kedua orang tuanya.

Warga lokal Desa Pesinggahan—Jero Wayan Alit, Nengah Tatek, Komang Bodrek, Krebek, Sura, dan Komang Apel—langsung sigap menerjang ombak menggunakan kano. Sekitar pukul 09.05 Wita, pasutri tersebut ditemukan mengapung dan dievakuasi ke darat.

”Korban dievakuasi ke RSUD Klungkung menggunakan ambulans BPBD dan PCS KRIS Klungkung. Namun setelah mendapat penanganan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan anak korban masih menjalani perawatan,” terang Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.

Kendati diselimuti duka mendalam, prosesi peminangan tetap dilanjutkan. ”Sebagian keluarga bertahan di rumah sakit, dan sebagian lagi melanjutkan perjalanan untuk ngidih,” tutup Darmika. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
rest area musibah goa lawah terseret arus kecelakaan