Nah! Gegara Dermaga MB II Masih Dalam Perbaikan, Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Gilimanuk

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 05:16 WIB
ANTRE : Suasana di areal parkir kawasan Pelabuhan Gilimanuk dipadati kendaraan yang menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang,Banyuwani. (footo: M.Basir)
ANTRE : Suasana di areal parkir kawasan Pelabuhan Gilimanuk dipadati kendaraan yang menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang,Banyuwani. (footo: M.Basir)

NEGARA, RadarBali.id– Antrean kendaraan yang hendak meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Dermaga MB II Gilimanuk Ditutup untuk Upgrade Kapasitas 50 Ton, Antrean Kendaraan Mengular di Jalur

Seluruh areal parkir di dalam kawasan pelabuhan tampak dipadati kendaraan yang menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Selasa, 1 September 2026.

Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa, 1 September 2026, kendaraan dari berbagai jenis, mulai mobil pribadi, bus, hingga kendaraan barang, memenuhi kantong-kantong parkir yang tersedia. Kepadatan paling terasa pada pagi hari.

Baca Juga: Sistem Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang Resmi Berlaku, Calo Hingga Pedagang Asongan Dilarang Masuk

Meski areal parkir pelabuhan penuh, kondisi tersebut belum sampai membuat arus lalu lintas di jalan nasional terganggu. Antrean kendaraan masih dapat ditampung di dalam kawasan Pelabuhan Gilimanuk sehingga tidak meluber ke jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

Petugas di Pelabuhan Gilimanuk menyebut kepadatan kendaraan tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Tingginya volume kendaraan menjadi salah satu faktor yang memicu antrean. ”Beberapa hari ini memang cukup padat. Salah satu faktornya karena volume kendaraan yang cukup tinggi,” ujar petugas Pelabuhan Gilimanuk.

Kondisi tersebut diperparah dengan berkurangnya kapasitas pelayanan dermaga. Dermaga Movable Bridge (MB) 2 saat ini masih ditutup sementara karena dalam proses perbaikan. Dengan ditutupnya MB 2, jumlah dermaga yang dapat digunakan untuk melayani kendaraan menuju Ketapang menjadi berkurang. Akibatnya, ketika volume kendaraan meningkat, kapasitas tampung dan pelayanan penyeberangan menjadi lebih cepat penuh.

Selain faktor volume kendaraan dan berkurangnya kapasitas dermaga, antrean juga kerap terjadi pada pagi hari akibat pergantian jadwal kapal. ”Infonya tadi nunggu kapal dari Ketapang, karena masih pergantian jadwal kapal,” kata Rudianto, salah satu sopir truk pengguna jasa penyeberangan.

Kendaraan yang sudah berada di kawasan pelabuhan harus menunggu kapal yang sebelumnya bertolak dari Gilimanuk menuju Ketapang, kemudian kapal berikutnya masuk dari Ketapang ke Gilimanuk dan melakukan pergantian jadwal untuk kembali mengangkut kendaraan keluar Bali. ”Setiap pagi juga ada pergantian jadwal kapal,” imbuhnya.

Jeda waktu tersebut membuat arus kendaraan tidak serta-merta bergerak meski kendaraan sudah berada di dalam kawasan pelabuhan. Terlebih ketika kedatangan kendaraan dari arah Bali berlangsung cukup tinggi.

Petugas pun melakukan pengaturan arus kendaraan agar kepadatan tetap terkendali di dalam kawasan pelabuhan. Sejauh ini, antrean masih mampu ditampung di area parkir Pelabuhan Gilimanuk dan belum mengganggu kelancaran arus kendaraan di jalan nasional.

Kondisi ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian selama Dermaga MB 2 belum kembali beroperasi, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan yang hendak keluar Bali mengalami peningkatan. Perbaikan MB 2 diharapkan segera rampung sehingga kapasitas pelayanan penyeberangan kembali normal dan potensi antrean meluber hingga jalan nasional bisa diantisipasi. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Dermaga MB 2 Gilimanuk selat bali penyeberangan antrean kendaraan pelabuhan gilimanuk