Membara Dini Hari, Gudang Rongsokan 2,5 Hektar di Sunset Road dan Sejumlah Kendaraan Jadi Arang

Andre Sulla • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:53 WIB
MEMBARA: Petugas Gabungan kerja sama memadamkan kobaran api di gudang rongsokan seputaran Jalan Sunset Road, perbatasan Seminyak-Legian, Senin (31/8/2026). (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)
MEMBARA: Petugas Gabungan kerja sama memadamkan kobaran api di gudang rongsokan seputaran Jalan Sunset Road, perbatasan Seminyak-Legian, Senin (31/8/2026). (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kobaran api menghanguskan kawasan gudang rongsokan di seputaran Jalan Sunset Road, perbatasan Seminyak-Legian, Senin (31/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.30 Wita itu dengan cepat membesar dan melalap bangunan semi permanen, kendaraan, serta tumpukan barang bekas di lahan seluas sekitar 2,5 hektar. Besarnya kobaran api sempat membuat warga di sekitar lokasi panik.

Asap tebal dan api yang membumbung tinggi juga terlihat dari jalur utama Sunset Road yang menjadi penghubung kawasan wisata Kuta, Legian, dan Seminyak.

Kepada Jawa Pos Radar Bali (radarbali.id), warga bernama Sodikin Ambran, yang berada di sekitar lokasi mengatakan, situasi sangat terasa mencekam di sekitar gudang rongsokan yang terbakar. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga dan penghuni bedeng di dalam kawasan tersebut berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

"Jeritan dan kepanikan sempat mewarnai suasana," kilahnya saat ditemui, Senin tengah malam (31/8).

Sebagian penghuni yang masih berada di dalam bedeng bergegas membawa barang-barang penting sebelum menjauh dari lokasi. 

 

Mereka memilih berkumpul di tempat yang lebih aman lantaran api terus membesar dan asap pekat memenuhi kawasan.

Kekhawatiran semakin meningkat karena sebagian besar bangunan di dalam area gudang merupakan bedeng semipermanen.

Di sekitar tempat tinggal mereka juga terdapat tumpukan barang bekas yang mudah terbakar. Kondisi itu membuat api dengan cepat merambat dan menyulitkan warga untuk mendekati kembali tempat tinggalnya.

Sejumlah penghuni bahkan sempat mencari anggota keluarga yang berada di dalam bedeng. 

"Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara hanya bisa menyaksikan proses pemadaman dari lokasi yang relatif aman," bebernya.

Sementara itu, ketika dihampiri media, beberapa penghuni bedang tidak banyak bicara.

Sebagian terlihat masih diliputi kecemasan karena khawatir api kembali membesar dari bara yang tertinggal di bawah tumpukan rongsokan. 

"Infonya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ya untungnya semua selamat. Hanya sejumlah kendaraan hangus, baik roda empat dan roda dua," tutupnya.

 

Sementara itu, Petugas gabungan yang berdatangan ke TKP, langsung meminta masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran. Sebab kawasan tersebut masih dipenuhi material mudah terbakar serta tumpukan rongsokan yang sewaktu-waktu dapat runtuh atau kembali memunculkan bara.

Hingga proses pemadaman berlangsung, warga masih bertahan di sekitar lokasi. Aparat TNI-Polri bersama petugas pemadam kebakaran melakukan pengamanan sekaligus membantu proses evakuasi warga dari area yang terdampak, hingga  Selasa siang (1/9).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., yang meninjau langsung lokasi menyebut, dari keterangan sejumlah saksi, dugaan awal sumber api berasal dari salah satu bedeng.

Si jago merah diduga berkaitan dengan gas yang berada di dapur.

"Ada muncul api dari salah satu bedeng, di mana itu diperkirakan dari gas," ungkap Leonardo.

Namun, kepolisian belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian.

 

Kondisi lokasi yang dipenuhi barang bekas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski kobaran api di bagian atas berhasil ditekan, bara masih bersarang di sela-sela tumpukan rongsokan.

"Kalau untuk kesulitan memadamkan, ini karena banyak tumpukan barang-barang sehingga yang terbakar di atas, di bawah itu masih ada bara," jelas Leonardo.

Untuk membongkar tumpukan material tersebut, Polresta Denpasar berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar dan Pemda Badung.

Alat berat disiapkan untuk menggeser tumpukan rongsokan agar petugas damkar dapat menjangkau titik bara yang berada di bagian bawah. 

"Sehingga kita akan datangkan alat berat bekerja sama dengan PU Kota Denpasar dan Pemda Badung," tegasnya. "Untuk sementara kita lagi lakukan penyelidikan dan informasi sementara tidak ditemukan ada korban jiwa," pungkas Leonardo.

Sementara itu,  Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya S.H., M. H., menyatakan, berdasarkan keterangan saksi Candra Setiawan, api pertama kali diketahui dari arah lokasi kejadian.

Saat itu Candra yang tinggal di sebelah timur TKP langsung mendatangi lokasi. Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan melahap sekitar separuh bangunan bedeng yang berada di kawasan tersebut. 

Candra sempat panik karena orang tuanya tinggal di salah satu bedeng. Setelah dicari, orang tua saksi tidak berada di dalam rumah. "Saksi kemudian menghubungi orang tuanya melalui telepon dan mendapat informasi bahwa saat kejadian sedang keluar membeli makanan," jelas Adi Saputra Jaya.

Saksi lainnya, Andre, 25, juga mendapati kondisi serupa. Sepulang kerja, dia melihat rumah miliknya sudah terbakar. Saat itu jumlah armada pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan kobaran api.

Sedangkan  Danramil 1611-07/Denpasar Barat (Denbar) Mayor Cke I Made Oka Widianta menyatakan, luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 2,5 hektar. Tidak hanya bangunan gudang, sejumlah kendaraan dan barang-barang yang berada di dalam kawasan tersebut ikut ludes terbakar.

"Bangunan gudang, kendaraan beserta barang-barang seluas 2,5 hektar di dalamnya ludes terbakar. Kerugian belum bisa ditaksir," kata Oka saat dikonfirmasi Selasa (1/9). Menurutnya, api dengan cepat merambat lantaran kondisi lokasi dipenuhi material yang mudah terbakar. Angin kencang juga membuat kobaran semakin sulit dikendalikan. Selain itu, sejumlah bangunan di sekitar lokasi merupakan bangunan semi permanen berbahan tripleks.

"Api cepat merambat karena angin kencang dan bangunan di sekitar terbuat dari bahan semi permanen seperti tripleks," ujarnya.

Untuk menjinakkan api, sedikitnya 30 unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dikerahkan. Hingga Selasa siang, petugas masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik.

Tumpukan barang bekas yang menggunung membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat. Sejumlah titik api bahkan berada di bawah tumpukan rongsokan sehingga harus dibongkar terlebih dahulu.

"Sumber api berada di bawah tumpukan rongsokan sehingga proses pemadaman dan pemeriksaan mengalami kendala," kata Oka.

Selain membantu proses pengamanan, personel TNI turut melakukan evakuasi warga yang berada di sekitar lokasi. Danramil bersama Babinsa Sertu Tony Cahyono mendatangi TKP untuk memastikan warga menjauh dari area berbahaya. Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Putu Tangkas juga mengerahkan personel untuk membantu penanganan.

Sebanyak 25 personel TNI Kodim 1611/Badung turut diterjunkan di lokasi. Sementara itu, petugas gabungan dari Damkar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung masih melakukan pemadaman serta pendinginan, hingga Selasa (1/9) sekitar pukul 13.30 Wita. 

 

Pengamanan lokasi dilakukan Samapta Polresta Denpasar, Kapolsek Denpasar Barat bersama personel Polsek Denpasar Barat. Hingga kini belum ditemukan laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan penyebab pasti kebakaran di lokasu yang di huni kurang lebih 300 kepala keluarga (KK).***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
gudang rongsokan kendaraan jadi arang kebakaran hebat Pemadam