NEGARA, Radar Bali.id – Warga Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah di pesisir Pantai Air Kuning pada Rabu (2/9/2026) sore.
Kondisi jasad yang sudah mulai membusuk membuat warga berkerumun di sekitar lokasi penemuan.
Baca Juga: Tim SAR Terkendala Gelombang Tinggi, Keberadaan Turis Polandia Hilang Masih Misterius
Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 16.50 Wita. Saat ditemukan, jasad dalam posisi tengadah tanpa mengenakan baju. Kulit di sejumlah bagian tubuhnya juga mulai mengelupas, sementara beberapa bagian lainnya terlihat membengkak.
Korban diduga merupakan WNA yang hilang saat mandi di Pantai Desa Penyaringan sejak tiga hari lalu.
Baca Juga: Badah! Cuma Gegara Cekcok dengan Pacar, Turis Polandia Ini Mencoba Bunuh Diri Dalam Kondisi Mabuk
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwajib. Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Jembrana kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan proses evakuasi.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 16.50 Wita. Petugas SAR bersama kepolisian langsung bergerak menuju Pantai Air Kuning.
”Kami menerima laporan sekitar pukul 16.50 Wita sore. Kami bersama Polres Jembrana langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Dewa Hendri.
Penemuan jenazah ini menjadi perhatian lantaran sebelumnya seorang warga negara (WN) Polandia dilaporkan terseret arus dan tenggelam di Pantai Tembles. Jarak lokasi penemuan dengan pantai tempat WNA tersebut dilaporkan hilang membuat dugaan bahwa jasad tersebut merupakan korban yang tengah dalam pencarian menguat.
Namun, Dewa Hendri belum berani memastikan identitas jenazah. Sebab, kondisi jasad sudah mengalami perubahan sehingga diperlukan proses identifikasi lebih lanjut.
”Ciri-cirinya terlihat ada kumis dan brewok. Tetapi untuk memastikan identitasnya masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dari kepolisian,” jelasnya.
Setelah proses penanganan di lokasi, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSU Negara. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Satreskrim Polres Jembrana. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali