Kebakaran Beruntun di Jembrana : Mesin Blower hingga Hutan Jati Dilalap Api

Muhammad Basir • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 05:56 WIB
PADAMKAN API : Petugas Damkar Jembrana tengah memadamkan kebakaran lahan. (foto:Damkar Jembrana)
PADAMKAN API : Petugas Damkar Jembrana tengah memadamkan kebakaran lahan. (foto:Damkar Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Usai kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah Jembrana bagai dikepung si jago merah pada Selasa (1/9/2026) malam.

Baca Juga: Amuk Si Jago Merah di Tejakula, Tujuh Ruko dan Dua Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp689 Juta

Dalam rentang waktu berdekatan, bencana kebakaran melanda dua lokasi berbeda. 

Selain menghanguskan mesin blower gabah di Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya, kobaran api juga melalap sekitar empat hektare lahan semak belukar dan pohon jati di Banjar Pangkung Liplip, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

Baca Juga: Serabut Kelapa Membawa Petaka, Tempat Pemanggangan Ayam di Banjarangkan Ludes Terbakar

Dua insiden beruntun tersebut memaksa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Jembrana bergerak cepat. Bahkan, Regu II yang baru saja merampungkan penanganan di Melaya langsung digeser mem-backup Regu III untuk menundukkan api di Kaliakah.

Kasie Pemadam dan Penyelamatan Damkar Jembrana Kade Bagus Darmawan mengungkapkan, peristiwa pertama menghantam tempat produksi gabah milik I Wayan Swastika, 54, di Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya. Laporan masuk ke makosat sekitar pukul 18.55 Wita, di mana sumber api berasal dari mesin blower gabah yang tengah beroperasi.

Sekitar pukul 18.50 Wita, seorang karyawan yang hendak mengecek hasil produksi mendadak kaget melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari arah mesin blower. Pemadaman secara swadaya sempat dilakukan, namun api kian membesar. "Pemilik usaha kemudian meminta bantuan warga untuk menghubungi Mako Damkar Jembrana," terang Darmawan.

Regu II Damkar yang meluncur ke lokasi berjibaku sekitar satu jam hingga si jago merah berhasil ditiadakan. Meski demikian, mesin blower serta gabah sisa produksi hangus terbakar dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Belum selesai penanganan di Melaya, laporan kebakaran lahan kembali masuk sekitar pukul 19.40 Wita. Saksi I Putu Artawan yang hendak menuju kebun untuk memberi pakan ternak melihat kobaran api membumbung tinggi dari kejauhan di kawasan Kaliakah. Saat didekati, api rupanya sudah menjalar luas.

Artawan lantas bergegas menghubungi Damkar dan pemilik lahan, I Made Bayu Irawan, 41. Regu III Damkar Jembrana langsung meluncur ke lokasi dengan waktu tempuh lima menit, disusul perkuatan dari Regu II.

Dari total luas lahan sekitar delapan hektare, sekitar empat hektare area yang ditumbuhi semak belukar serta pohon jati hangus dilalap api. Petugas membutuhkan waktu hingga 2,5 jam untuk memastikan proses pendinginan tuntas dan tidak ada potensi api merembet kembali.

"Beruntung dua kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Untuk penyebab kebakaran lahan di Kaliakah masih ditelusuri, begitu pula jumlah kerugiannya masih didata," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : radarbali.id
si jago merah kemarau kering karhutla Damkar Jembrana kebakaran