Duh, Ditolak Warga Amed, Kunjungan Pansus TRAP DPRD Bali Berakhir Gaduh dan Diusir

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:04 WIB
Ilustrasi penolakan rombongan DPRD Bali. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi penolakan rombongan DPRD Bali. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Kunjungan lapangan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali ke kawasan Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Selasa (1/9/2026) berujung ketegangan.

Baca Juga: Fraksi Golkar Hengkang dari Pansus TRAP, Ketua DPRD Bali Segera Rapim, Begini Pemicunya

 Rombongan wakil rakyat tersebut mendapat penolakan keras dari warga setempat hingga diminta angkat kaki dari lokasi.

Baca Juga: Temuan Pansus TRAP Banyak Pelanggaran Tata Ruang di Bali, Anggota DPR RI Senantara Akan Suarakan  ke Senayan

Insiden pengusiran tersebut sempat diabadikan melalui rekaman video hingga viral di berbagai platform media sosial. Dalam video yang beredar, anggota DPRD Bali I Wayan Oka Antara terlihat sempat terlibat adu mulut dengan sejumlah warga yang menghadang.

Baca Juga: Rapat Paripurna Ricuh! Gung Cok Fraksi Golkar Tolak Pembacaan Poin Rekomendasi karena Dinilai Tak Elok, Anggap Pansus TRAP Langgar Aturan

Kedatangan tim Pansus yang dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha bersama rombongan sedianya bertujuan untuk melangsungkan fungsi pengawasan terkait aduan sengketa tata ruang, aset, maupun perizinan pada salah satu objek lahan di Amed.

Namun, belum sempat melangkah melakukan peninjauan, kehadiran rombongan disambut penolakan nada tinggi dari warga. Situasi di lokasi mendadak memanas saat warga mempertanyakan legalitas serta maksud kedatangan Pansus.

"Dalam rangka apa Bapak kemari?" tanya seorang warga dengan nada tegas kepada Oka Antara.

Oka Antara yang mengenakan topi mencoba memberikan penjelasan tenang bahwa kedatangannya untuk mengecek lokasi atas aduan masyarakat. Namun, warga justru menantang dan meminta tunjukkan surat tugas resmi. Warga juga meminta agar rombongan DPRD Bali tidak ikut campur dalam persoalan lahan tersebut.

"Lebih baik pulang, Pak!" celetuk warga lainnya mendesak rombongan untuk membubarkan diri. Mempertimbangkan situasi yang kian tidak kondusif, rombongan Pansus TRAP akhirnya memilih balik kanan dan meninggalkan lokasi.

Dikonfirmasi terpisah pada Rabu (2/9/2026), Perbekel Desa Purwakerti I Nengah Suanda membenarkan adanya aksi penolakan warga terhadap rombongan DPRD Bali tersebut.

"Iya benar, ada penolakan dari warga," ujar Suanda.

Suanda menerangkan, objek lahan yang hendak ditinjau Pansus TRAP tersebut memang tengah berstatus sengketa antarpihak dan telah menempuh jalur hukum di pengadilan. Bahkan, informasi terakhir menyebutkan perkara tersebut sudah memiliki putusan hukum tetap (inkrah), tinggal menunggu eksekusi.

"Infonya sudah ada putusan pengadilan tetapi belum dieksekusi. Sebelumnya saya juga sempat dipanggil menjadi saksi saat proses persidangan berlangsung," pungkas Suanda. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
amed karangasem Pansus TRAP kunjungan kerja penolakan warga dprd bali