Tergelincir di Gunung Agung, Remaja 15 Tahun Jatuh ke Jurang

Admin Radar Bali • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 04:43 WIB
PENYELAMATAN : Korban remaja asal Desa Sebudi saat dievakuasi tim gabungan usai terperosok ke jurang saat melakukan pendakian ke Gunung Agung.(foto: Basarnas)
PENYELAMATAN : Korban remaja asal Desa Sebudi saat dievakuasi tim gabungan usai terperosok ke jurang saat melakukan pendakian ke Gunung Agung.(foto: Basarnas)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Seorang remaja berusia 15 tahun bernama I Komang Sandi Darmawan terperosok ke jurang sedalam 12 meter saat mendaki Gunung Agung pada Minggu (6/9/2026). Beruntung, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Batukaru Bakal Diperketat Satu Pintu, Prajuru Sebut Sejalan dengan Pesan Spiritual

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan bahwa korban berhasil ditemukan pada ketinggian 1.900 meter di atas permukaan laut (MDPL).

”Saat kami evakuasi, kondisi korban sadar. Tapi infonya ada cedera kepala dan langsung dibawa ke RSUD Karangasem untuk mendapat penanganan medis,” ujarnya.

Baca Juga: Pendakian Gunung Agung Ditutup Mulai 28 Maret 2026

Sebelum terjatuh ke jurang, remaja asal Desa Sebudi, Kecamatan Selat, itu melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Agung bersama seorang rekannya pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Keduanya mulai mendaki melalui jalur Pura Pasar Agung.

Saat berada di ketinggian 2.500 MDPL, korban terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 12 meter. Melihat kejadian tersebut, rekannya segera melapor ke salah seorang pemandu lokal Gunung Agung. Laporan itu kemudian diteruskan ke Basarnas untuk melakukan aksi pencarian.

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, pencarian terlebih dahulu dilakukan oleh para pemandu lokal Gunung Agung. Hingga akhirnya di ketinggian 1.900 MDPL, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban yang sudah bersama sejumlah pemandu dalam kondisi selamat. ”Akhirnya korban dievakuasi sampai ke bawah,” tuturnya.

Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih 5 jam. Beberapa kendala dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi terhadap korban, lantaran cuaca di lokasi sedang gerimis. ”Jalannya licin, kabut cukup tebal. Jarak pandang hanya 20 meter,” imbuhnya.

Setibanya di bawah, korban langsung mendapatkan penanganan awal dari tim medis Puskesmas Selat dan selanjutnya dilarikan ke RSUD Karangasem akibat luka pada bagian kepala. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
gunung agung musibah pendakian kecelakaan basarnas