KMP Jatra I Mengalami Gangguan Pintu, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Tetap  Mengular

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 06:53 WIB
TERJADI KENDALA PINTU : KMP Jatra I ini sempat mengalami gangguan fungsi pintu. (foto: M.Basir)
TERJADI KENDALA PINTU : KMP Jatra I ini sempat mengalami gangguan fungsi pintu. (foto: M.Basir)

NEGARA, Radar Bali.id – Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk belum juga berakhir. Setelah berlangsung selama beberapa hari, kepadatan kendaraan masih terlihat hingga Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Antrean Kendaraan Mengular 1 Kilometer di Pelabuhan Gilimanuk, Polisi Imbau Pengendara Tertib

Bahkan, memasuki sore hari, antrean kembali menebal lantaran kendaraan angkutan barang yang hendak meninggalkan Bali terus berdatangan.

Baca Juga: Sopir Logistik Protes Antrean Panjang, Pelabuhan Gilimanuk Sepakati Aturan Baru, Ini Poin-Poinya

Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, siang hari kendaraan yang akan menyeberang masih memenuhi areal parkir pelabuhan. Seluruh kantong parkir yang tersedia perlahan terisi. Kondisi semakin padat menjelang sore.

Baca Juga: Nah! Gegara Dermaga MB II Masih Dalam Perbaikan, Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Gilimanuk

Volume kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa terus bertambah hingga kapasitas kantong parkir di dalam pelabuhan nyaris tidak mampu menampung seluruh kendaraan. ”Semakin sore, makin ramai,” ujar salah seorang petugas di Pelabuhan Gilimanuk.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, kepadatan paling terasa ketika memasuki sore hingga malam hari. Kendaraan yang hendak keluar Bali, terutama angkutan barang, terus bertambah. ”Terutama menjelang sore, kendaraan semakin banyak. Yang akan keluar Bali semakin ramai, terutama angkutan barang,” ujarnya.

Padatnya arus kendaraan ini merupakan imbas antrean yang terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dalam sekitar dua pekan terakhir. Sejumlah sopir angkutan logistik sebelumnya juga menyampaikan aspirasi terkait panjangnya antrean dan pola operasional kapal.

Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP sebelumnya mengerahkan KMP Jatra I menuju Tanjung Wangi. Kapal tersebut dijadwalkan tiba Selasa (8/9/2026) untuk memperkuat layanan lintasan Ketapang-Gilimanuk sesuai kesiapan operasional. Namun, berdasarkan informasi di lapangan, KMP Jatra I baru sempat sekali masuk Pelabuhan Gilimanuk dan mengangkut kendaraan menuju Ketapang. Setelah itu, kapal tersebut belum kembali beroperasi. Informasinya, kapal masih menjalani perbaikan pada ramp door atau pintu kendaraan. Kondisi ini membuat tambahan armada yang diharapkan mampu membantu mengurai antrean belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto, melalui siaran persnya, menyampaikan pengaturan operasional di lapangan dilakukan secara dinamis dengan melihat perkembangan antrean dan pergerakan kendaraan. Tim di lapangan, kata dia, terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapasitas kapal yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. ASDP juga berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, asosiasi sopir, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pengaturan kendaraan dan proses pemuatan berjalan tertib. "Setiap kapasitas yang tersedia akan terus dimaksimalkan untuk mempercepat penguraian antrean, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.

Selain KMP Jatra I, ASDP juga telah mengerahkan KMP Portlink 0 menuju Tanjung Wangi. Kapal tersebut diproyeksikan memperkuat lintasan Tanjung Wangi-Lembar yang terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas. Langkah tersebut menjadi bagian dari optimalisasi jaringan lintasan untuk menambah kapasitas sekaligus mengurangi tekanan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sebelumnya, ASDP bersama asosiasi sopir, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait telah melakukan koordinasi menyikapi kepadatan kendaraan logistik. Sejumlah komitmen disepakati untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan. ASDP menyatakan akan terus memantau perkembangan antrean dan menyesuaikan pola operasi sesuai kondisi di lapangan. Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas agar proses pengaturan kendaraan dapat berjalan lebih tertib.

Meski berbagai langkah telah disiapkan, kondisi di Pelabuhan Gilimanuk hingga Selasa siang belum sepenuhnya normal. Jika volume kendaraan kembali melonjak pada sore hingga malam hari, antrean berpotensi kembali meluber keluar areal pelabuhan. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pelabuhan ketapang Antrean Pelabuhan Gilimanuk penyeberangan selat bali pelabuhan gilimanuk