NEGARA, Radar Bali.id — Cuaca buruk yang melanda perairan Jembrana kembali menjadi peringatan serius bagi para nelayan.
Terlebih, musibah kecelakaan laut yang mengakibatkan seorang nelayan hilang hingga kini masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.
Di tengah upaya pencarian yang belum membuahkan hasil, Sat Polairud Polres Jembrana mengimbau nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat turun ke laut. Fenomena angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang tinggi dinilai sangat berisiko bagi keselamatan jiwa.
Peringatan tersebut disampaikan personel Sat Polairud saat menggelar patroli dialogis di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kecamatan Negara, Sabtu (12/9/2026).
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, 48, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum nelayan memutuskan berlayar. Nelayan diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca dan perairan memburuk.
”Keselamatan saat melaut harus menjadi perhatian utama. Kami mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila situasi di laut tidak memungkinkan,” tegas Suparta.
Menurut Suparta, patroli dialogis ini bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan menjadi sarana menyerap informasi sekaligus menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat pesisir.
Perubahan cuaca di tengah laut dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, nelayan diminta selalu memeriksa kelayakan armada perahu, melengkapi alat keselamatan seperti pelampung, serta memantau perkembangan cuaca resmi.
Di sisi lain, tim SAR gabungan masih terus menyisir wilayah perairan guna mencari nelayan yang hilang dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel di lapangan. Kondisi ini menjadi pengingat keras agar nelayan lebih mewaspadai bahaya gelombang tinggi. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali