Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk Wartawan yang Belum Ditemukan saat Peliputan di Selat Sunda

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 04:12 WIB
DOA BERSAMA : Sejumlah jurnalis Bali lintas organisasi profesi menggelar doa bersama untuk sesama kawan wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).(miftahuddin/radar bali)
DOA BERSAMA : Sejumlah jurnalis Bali lintas organisasi profesi menggelar doa bersama untuk sesama kawan wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).(miftahuddin/radar bali)

DENPASAR, Radar Bali.id– Suasana haru dan penuh harap menyelimuti kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Tutup Penerbangan Soetta, Pariwisata Bali Waspadai Dampak Transit dan Overstay

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi dan media di Bali berkumpul menggelar aksi doa bersama untuk lima orang wartawan dan tiga awak kapal yang mengalami hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada Pembatalan 42 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai 

Aksi solidaritas ini diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar serta melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, AMSI Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, dan PENA NTT. Lebih dari 50 jurnalis turut memanjatkan doa agar proses pencarian membuahkan hasil.

"Kami semua berharap agar pada hari ketujuh ini bisa ditemukan atau ada hasil yang lebih baik melalui doa-doa yang kita panjatkan hari ini," ujar Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi.

Sesuai aturan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, operasi SAR berlangsung selama tujuh hari sejak ditunjuknya SMC (Search and Rescue Mission Coordinator), dan berpotensi diperpanjang atas alasan kemanusiaan. Dicky meyakini bahwa kelima rekan sejawatnya tersebut merupakan jurnalis senior yang sangat paham akan risiko serta mitigasi bencana saat bertugas.

"Namun rupanya naas menghampiri, entah apa yang terjadi. Mereka ini bukan orang baru, mereka senior-senior saya. Saya pribadi kenal empat dari kelima orang itu," ungkap Dicky penuh haru.

Dicky berharap tim SAR dapat menemukan tanda-tanda keberadaan para korban. "Harapan kita semua, doa hari ini dapat mempermudah pencarian tim rescue dan membuahkan hasil," tandasnya.

Aksi tersebut juga diwarnai pembacaan puisi dari Denpasastra oleh Pranita Dewi berjudul "Kabar dari Laut" serta puisi karya Moch Satrio Welang berjudul "Anak Yang Memeluk Matahari".

Adapun lima wartawan yang dinyatakan hilang kontak tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas (fotografer Antara Biro Banten), Arie Basuki (fotografer Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (fotografer iNews.id), Firdaus Wajidi (videografer Anadolu Agency), dan Donal Husni (wartawan visual lepas). Empat di antaranya merupakan anggota PFI Jakarta dan Tangerang. Sementara tiga awak kapal yang mendampingi mereka adalah Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heritanto (pemandu). [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
denpasar anak krakatau Monumen Bajra Sandhi doa bersama jurnalis bali