Disapu Angin Kencang dan Cuaca Terik, 50 Are Lahan Kering di Culik Hangus Terbakar

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 07:14 WIB
TERUS TERBAKAR : Kebakaran lahan di Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem. (ist)
TERUS TERBAKAR : Kebakaran lahan di Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem. (ist)

AMLAPURA, RadarBali.id– Setelah sebelumnya melanda kawasan Kecamatan Kubu pada Minggu (13/9/2026), kebakaran lahan kering di musim kemarau kembali melanda Karangasem.

Baca Juga: 225 Peristiwa Kebakaran Bangunan dan 44 Kejadian Lahan dan Hutan Sepanjang 2026

Kali ini, api menghanguskan sedikitnya 50 are lahan di Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Kecamatan Abang. Cuaca panas terik disertai hembusan angin kencang membuat kobaran api meluas dengan cepat.

Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.30 Wita. Warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian menjadi orang pertama yang melihat kobaran api membakar semak belukar dan dahan kering.

Baca Juga: 110 Brimob Polda Bali Dikirim ke Kalbar, Bantu Jinakkan Kobaran Api Karhutla

"Yang mengetahui pertama warga yang dekat di lokasi," ujar Kapolsek Abang, AKP I Komang Sosiawan.

Sejumlah warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya agar tidak semakin meluas. Namun, upaya awal tersebut tak maksimal akibat kuatnya hembusan angin dan teriknya cuaca. "Yang tumbuh dahan dan semak belukar yang sudah kering, jadi dengan mudah terbakar," jelas Sosiawan.

Api baru berhasil dijinakkan sekitar 2,5 jam kemudian setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga dan instansi terkait berjibaku di lokasi kejadian.

"Tidak ada korban jiwa maupun kebakaran yang merembet ke bangunan milik warga. Hanya semak belukar saja," tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api. Polisi telah memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan pihak terkait. "Penyebabnya belum diketahui. Nanti akan kami informasikan kalau sudah diketahui," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau kering Damkartan Karangasem karhutla kebakaran hutan dan lahan