CEK FAKTA,Tragedi Horor Bungalow Legian, Ayah WNA Australia Diduga Cekik Dua Anak, Lalu Gantung Diri

Andre Sulla • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:32 WIB
HOROR: Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., beberkan hasil pemeriksaan sementara. (ist/radarbali.id)
HOROR: Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., beberkan hasil pemeriksaan sementara. (ist/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Perkembangan tewasnya ayah dan dua anak di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung, Minggu (13/9), terus dikebangkan. Hasil penyelidikan sementara, diduga sang ayah lebih dahulu membunuh dua buah hati

masing-masing bocah laki-laki berinisial ADS, 7, dan anak perempuan LKS, 4. Setelah itu sang ayah yang merupakan Warga Negara (WNA) Australia berinisial SDJ, 57, gantung diri.

Dari pemeriksaan luar oleh Unit Identifikasi Polresta Denpasar, polisi menduga kedua anak tersebut meninggal setelah mengalami tindakan kekerasan berupa dibekap dan dicekik.
Setelah itu, sang ayah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ini disampaikan langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H.

Kombes Pol Leonardo menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam bungalow.

Lebih lanjut dijelaskan, Tim Identifikasi Polresta Denpasar menemukan tiga jenazah yang terdiri dari seorang ayah berinisial DJS dan dua anak balitanya, laki-laki dan perempuan.

​Saat ditemukan oleh petugas, DJS tergantung di terali besi jendela kamar menggunakan seutas kabel setrika berwarna putih.

Di dekatnya, tubuh kedua anaknya ditemukan bertumpuk di mana jenazah anak laki-laki berada di atas tubuh adik perempuannya. 

“Kedua anak tersebut diduga kuat tewas akibat dibekap dan dicekik sebelum sang ayah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” kisahnya.

​Guna proses penyelidikan lebih lanjut, seluruh jenazah dievakuasi ke RS Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD dan PMI Kabupaten Badung.

Pihak kepolisian juga bergerak cepat dengan menghubungi istri korban serta berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait keluarga korban. ​Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa penanganan kasus ini masih terus berjalan. 

"Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, perlu kiranya dilakukan autopsi jenazah," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Ayah Bunub Dua anak WNA Australia gantung diri