NEGARA, Radar Bali.id – Penantian panjang keluarga Komang Tedy Arsa Biantara Putra akhirnya membuahkan kepastian. Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, Amerika Selatan, segera dipulangkan ke Tanah Air.
Baca Juga: Dominan Sasar Sektor Hospitality, Warga Karangasem Minat Jadi PMI Masih Cukup Tinggi
Jenazah almarhum dijadwalkan diberangkatkan dari Georgetown, Guyana, pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat.
Sebelum diterbangkan, jenazah telah menjalani proses pengawetan di Memorial Gardens Funeral Home and Crematorium.
Baca Juga: Langsung Dibawa ke Jembrana, Jenazah PMI Asal Jembrana yang Meninggal di Rusia Tiba di Rumah Duka
Kepastian pemulangan tersebut diperoleh setelah surat kematian resmi diterbitkan pada Selasa (1/9/2026) waktu setempat. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan informasi tersebut setelah menerima pemberitahuan resmi dari pihak terkait.
”Informasi yang kami terima, jenazah Komang Tedy akan diberangkatkan ke Tanah Air. Jadwal penerbangan dilakukan besok, Rabu (16/9/2026),” ujar Mirah pada Selasa (15/9/2026).
Mirah menjelaskan, perjalanan pulang jenazah Komang Tedy cukup panjang lantaran harus menempuh penerbangan lintas negara dengan sejumlah transit. Dari Georgetown, penerbangan berangkat pada Rabu (16/9/2026) pukul 05.00 waktu setempat menuju Port of Spain. Pada hari yang sama, perjalanan dilanjutkan menuju Miami dan tiba pukul 22.45 waktu setempat.
Selanjutnya pada Jumat (18/9/2026) pukul 22.35 waktu setempat, jenazah diterbangkan dari Miami menuju Istanbul, Turki, dan mendarat pada Sabtu (19/9/2026) pukul 17.10 waktu setempat. Perjalanan terakhir menuju Indonesia dijadwalkan pada Minggu (20/9/2026) pukul 01.40 waktu setempat dari Istanbul menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan diperkirakan tiba pukul 17.35 WIB.
Mengenai kepastian penerbangan dari Cengkareng menuju Bali, Pemkab Jembrana masih menunggu informasi lanjutan. Namun, Pemkab memastikan siap memfasilitasi penjemputan dari Bandara Ngurah Rai hingga ke rumah duka di Desa Perancak.
”Kami dari Pemkab Jembrana telah mempersiapkan fasilitas penjemputan. Selanjutnya, jenazah diantar dari Bandara Ngurah Rai hingga ke rumah duka,” tandas Mirah.
Di sisi lain, pemulangan jenazah PMI asal Jembrana lainnya, Putu Darmayasa, 52, yang meninggal dunia di Seychelles, juga telah mendapat kepastian. Jenazah PMI asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, tersebut dijadwalkan tiba di Bali pada Selasa (15/9/2026) malam sekitar pukul 22.45 Wita.
Kepastian tersebut diperoleh Disnakerperin Jembrana setelah berkoordinasi dengan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali. Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pemkab Jembrana menyiagakan armada ambulans serta kendaraan penjemput untuk keluarga guna membawa almarhum ke rumah duka di Dewasana. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali