Makin Beringas dan Masuk Permukiman, Kawanan Monyet Serang Tanaman Warga Desa Nyalian

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:55 WIB
Ilustrasi monyet ekor Panjang (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi monyet ekor Panjang (gambar digital gemini/radar bali)

Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) mengancam ketenangan warga Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Gerombolan monyet abu-abu yang semula menghuni kawasan Tukad Bubuh tersebut kini tidak hanya merusak tanaman pertanian, tetapi juga mulai menyerbu kawasan permukiman warga.

Baca Juga: Perdagangan Anak Monyet Ekor Panjang di Pasar Satria Denpasar Dikecam

POPULASI monyet ekor panjang yang terus meningkat diduga memicu kelangkaan pakan alami di habitatnya. Akibatnya, kawanan kera berulang kali merusak tanaman umbi-umbian milik petani.

Upaya pengusiran secara mandiri oleh warga menggunakan kayu justru direspon agresif oleh kawanan satwa tersebut, sehingga membuat para petani takut menggarap lahan mereka.

Perbekel Desa Nyalian, Cokorda Gde Agung Mahaputra pada Selasa (15/9/2026) membenarkan keresahan warga tersebut. Pasokan makanan dari kebun yang makin menipis membuat kera-kera itu memberanikan diri mendekati rumah-rumah warga.

"Warga sempat mengusir kera yang mengganggu ladang, tetapi bukannya takut, monyet-monyet  itu justru semakin beringas dan mencoba menyerang kembali. Kami tidak memiliki keahlian untuk mengendalikan kera-kera ini, sehingga saat ini kami memohon solusi dan penanganan resmi dari pihak BPBD Klungkung," ungkap Cokorda Gde Agung Mahaputra. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
tukad bubuh monyet abu-abu permukiman warga monyet ekor panjang Banjarangkan Klungkung