Motif WNA Belanda Lompat dari Lantai 5 Hotel Masih Misterius, Sebulan Menginap Belum Bayar

Andre Sulla • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:20 WIB
TRAGIS: Petugas mengevakuasi WNA Belanda berinisial MJR, 60, yang diduga melompat dari lantai lima hotel di kawasan Jalan Pantai Balangan, Ungasan, Kuta Selatan. (ist/radarbali.id)
TRAGIS: Petugas mengevakuasi WNA Belanda berinisial MJR, 60, yang diduga melompat dari lantai lima hotel di kawasan Jalan Pantai Balangan, Ungasan, Kuta Selatan. (ist/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Motif WNA asal Belanda berinisial MJR, 60, yang diduga melompat dari lantai lima hotel bintang lima di Jalan Pantai Balangan, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, masih misteri. Namun Polisi memastikan bahwa kuat dugaan yang bersangkutan loncat.

Sebab diperkuat rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik korban sebelum terjatuh dari ketinggian sekitar 14 meter.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menerangkan

Peristiwa terjadi Sabtu (12/9) malam itu mengakibatkan MJR mengalami sejumlah luka. Pergelangan tangan kanannya patah, selain luka lecet pada bagian kanan perut dan luka pada siku kanan. Dari hasil penelusuran polisi, MJR diketahui telah tinggal di hotel tersebut cukup lama. 

Berdasarkan keterangan pihak hotel, WNA tersebut tercatat menginap sejak 16 Agustus 2026 hingga kejadian berlangsung.

Namun, selama hampir sebulan menetap, muncul persoalan terkait biaya penginapan. Pihak hotel disebut telah beberapa kali meminta MJR melakukan pembayaran.

“Kendati demikian, hingga peristiwa terjadi, pembayaran biaya menginap disebut belum dilakukan,” beber Jubir Polresta Denpasar, Selasa (15/9/2026).

Temuan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami polisi untuk mengungkap latar belakang peristiwa. Meski demikian, belum ada kesimpulan bahwa persoalan pembayaran tersebut berkaitan langsung dengan aksi MJR yang diduga melompat.

“Ya,berdasarkan rekaman CCTV, MJR tiba di sudut pagar pembatas selasar sekitar pukul 22.10 Wita,” kisahnya. 

Lelaki tersebut kemudian terlihat menaikkan tirai yang berada di sekitar lokasi. Beberapa menit kemudian, MJR tampak melangkahi pagar pembatas. Ia kemudian berdiri di bagian luar tembok sebelum akhirnya diduga melompat ke bawah sekitar pukul 22.00 Wita.Informasi mengenai kejadian itu pertama kali diterima staf hotel berinisial INAW, 31, sekitar pukul 22.18 Wita. 

Saat itu, INAW mendapat informasi dari staf restoran yang sebelumnya memperoleh kabar dari salah seorang tamu hotel bahwa terdapat seorang pria tergeletak di jalan dalam kawasan hotel. INAW kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya.

Setelah memastikan kondisi dari lantai atas, diketahui memang terdapat seseorang tergeletak di bawah.

Petugas medis dari ambulans RS BIMC Nusa Dua selanjutnya datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Dari pemeriksaan awal, korban mengalami luka lecet pada perut kanan, luka pada siku kanan, serta patah pada pergelangan tangan kanan.

Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang melakukan pemeriksaan di lokasi memperkirakan jarak dari lantai lima hingga titik korban ditemukan mencapai sekitar 14 meter. Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan latar belakang peristiwa tersebut.

Polisi juga masih menelusuri kondisi korban selama tinggal di hotel, termasuk persoalan pembayaran biaya penginapan yang disebut belum diselesaikan tersebut.

“Dugaan korban melompat bukan didasarkan semata-mata pada posisi saat ditemukan, melainkan diperkuat rekaman CCTV yang memperlihatkan rangkaian gerakan korban sebelum terjatuh,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
lompat dari lantai atas WNA belanda ungasan kuta selatan