DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pasca-kejadian kebakaran hebat pada 31 Agustus 2026 lalu di Jalan Nakula, gang Jatayu, Pemecutan Kelod, Kota Denpasar warga terdampak telah pindah dari lokasi kejadian.
Namun, usai kejadian itu masih menyisakan masalah pelik terkait status tanah yang tidak jelas serta polemik penyewaan lahan kepada warga pendatang.
Perbekel Pemecutan Kelod, Wayan Tantra, mengatakan bahwa semuanya telah pulang dan para korban kebakaran kini telah pindah dari tempat kejadian perkara (TKP) atas kemauan sendiri sesuai kesepakatan yang dibuat bersama warga.
Meskipun sebelumnya 62 warga asal Sumbawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat meminta waktu hingga 12 September, Tantra menegaskan bahwa wilayah tersebut kini telah bersih. "Tanggal 12 September sudah clear, gubuk-gubuk sudah dirobohkan," terang Tantra saat dikonfirmasi kemarin (16/9).
Meski insiden kebakaran hebat telah terjadi, para pemilik lahan pada awalnya tidak langsung datang. Baru beberapa orang yang mengaku sebagai pemilik datang ke kantor desa menanyakan tanah mereka. "Dari Kayumas yang datang 2 orang, ada katanya saudaranya. Nanti baru bersama DLHK," jelasnya.
Wayan Tantra juga menanggapi perihal kerumitan pendataan pengontrak liar sebelum musibah terjadi. Jauh sebelum kebakaran, pihak desa bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar sebenarnya telah menelusuri pemilik lahan tersebut karena digunakan sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Namun, petugas menemui jalan buntu di lapangan. "Orang-orang itu susah sekali, dibilang dia ngontrak dan lain sebagainya. Tapi ngontrak dengan siapa? Apa bukti kontrak? Kunjung tiba, tidak kunjung kita terima," kata Tantra.
Ia menyebut banyak pihak bermain di atas lahan tersebut secara ilegal. Bahkan, tidak ada bukti atau tanda bayar melakukan kontrak. Klaim sepihak mengenai penyewaan baru muncul ke permukaan justru setelah kebakaran terjadi. "Si A ngontrak dengan si B, baru kebakaran, baru muncul, itu kan sepihak," jelasnya.
Sampai saat ini linmas dan pecalang masih melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian kebakaran gudang sampah di Jalan Nakula tersebut sampai Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar menyatakan tuntas dan status aman.
"Semua warga yang terdampak kebakaran sudah semua keluar dari TKP, atas kemauan sendiri, sesuai kesepakatan yang kami buat sama warga semua," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com