TABANAN, Radar Bali.id - Jalur Denpasar-Gilimanuk kembali makan korban jiwa. Seorang pengendara motor Ayu Sumarwati, 58, asal Gianyar tewas setelah terlindas sebuah truk.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Bus Hantam Truk dan Motor, Begini Kronologinya
Peristiwa kecelakaan tersebut kini proses hukumnya masih ditangani Satlantas Polres Tabanan.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Wiwik Endrayani mengatakan kecelakaan yang menimpa korban terjadi pada Senin (15/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, tepatnya di Jalan Umum Jurusan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Dakdakan Kelod, Desa Abiantuwung, Kediri, Tabanan.
Kecelakaan bermula saat korban dibonceng oleh temannya Gusti Putu Arka, 61, mengendarai sepeda motor Honda Vario bernopol DK 2657 MM dari arah barat menuju timur di jalur sebelah selatan as jalan. Setibanya di lokasi kejadian, pengendara motor Vario hendak berpindah ke jalurnya di sebelah utara as jalan.
Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang motor Yamaha Jupiter MX nopol DK 7680 DC yang dikemudikan Desir Umbu Radji, 41, berboncengan dengan Farida Ngongo, 32. Tabrakan adu jangkrik pun tak terhindarkan di badan jalan sebelah selatan as jalan.
Akibat benturan tersebut, Gusti Ayu Sumarwati terjatuh di sebelah utara as jalan. Naas, pada saat bersamaan dari arah barat melintas truk Isuzu Light Truck nopol S 8530 HS yang dikemudikan Devi Suhariyanto, sehingga korban terlindas ban kanan belakang truk.
Kondisi tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami cedera kepala berat, patah kaki kanan, dan patah tangan kanan.
Sementara itu, Gusti Putu Arka selamat dan hanya mengalami luka memar pada kepala serta lecet di beberapa bagian tubuh. Saat ini ia dirawat di RSUD Singasana dalam keadaan sadar. Pengendara motor Jupiter MX beserta pemboncengnya juga selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Berdasarkan penyelidikan, pemeriksaan saksi, dan olah TKP, penyebab kecelakaan murni akibat faktor kelalaian manusia. Pengendara motor dinilai kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan situasi jalan saat melaju dengan kecepatan tinggi di tengah lalu lintas yang padat. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali