TABANAN, Radar Bali.id – Musibah kebakaran pemukiman kembali menggegerkan warga Tabanan. Belum reda duka atas musibah terbakarnya rumah warga di Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat pada Selasa, 15 September 2026 malam, si jago merah kembali mengamuk dan melalap sebuah rumah di kawasan Kediri.
Baca Juga: Ditinggal Sembahyangan, Rumah Dinas Penjaga Hangus Terbakar, Kerugian Ratusan Juta
Kali ini, kebakaran menimpa rumah milik Marsum, 45 di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 16 September 2026 malam sekitar pukul 21.00 Wita. Saat api berkobar, korbannya tidak ada di rumah karena sedang berada di luar untuk berjualan sate ayam.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Wiwik Endrayani mengungkapkan, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan yang diterjunkan ke lokasi sempat menemui kendala di lapangan. Petugas harus berjuang keras memadamkan kobaran api karena akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) berupa gang sempit.
"Api baru berhasil dipadamkan total setelah petugas berjuang selama dua jam. Syukur kebakaran rumah milik Marsum, 45 pedagang sate ayam ini tidak merembet ke bangunan rumah warga di sekitarnya," ujar Iptu Wiwik, Kamis, 17 September 2026.
Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa amuk api tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Faisal Ali Azmi. Saksi melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api membubung tinggi dari area kamar depan sebelah kiri rumah korban. Dalam waktu singkat, kobaran api kian membesar dan menjalar cepat ke ruangan lainnya.
Saksi yang panik langsung menghubungi pemilik rumah serta berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk bergotong-royong melakukan pemadaman awal sembari menghubungi petugas Damkar Tabanan.
Mendapat kabar rumahnya terbakar, Marsum bergegas pulang meninggalkan dagangannya. Tiba di lokasi, korban tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan tempat tinggalnya sudah ludes dilalap api. "Korban yang melihat kondisi rumahnya hangus terbakar seketika mengalami syok berat," ungkap Kasi Humas.
Meski api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke pemukiman tetangga, korban ditaksir mengalami kerugian materiil mencapai Rp 250 juta. Seluruh perabotan dapur, barang elektronik, dokumen dan surat-surat berharga, hingga perhiasan emas milik korban ludes tak tersisa.
"Dari hasil olah TKP awal serta keterangan saksi-saksi, penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali