Diduga Akibat Puntung Rokok, 5 Are Hutan Konservasi TWA Gunung Batur Ludes Terbakar

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 05:14 WIB
DIDUGA AKIBAT PUNTUNG ROKOK: Kebakaran terjadi di Blok Pura Jati, Kawasan Hutan Konservasi TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani. (Foto: Humas Polres Bangli)
DIDUGA AKIBAT PUNTUNG ROKOK: Kebakaran terjadi di Blok Pura Jati, Kawasan Hutan Konservasi TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani. (Foto: Humas Polres Bangli)

KINTAMANI, Radar Bali.id - Kawasan Hutan Konservasi TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani kembali dilalap si jago merah pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 12.15 Wita.

Baca Juga: Bali Dikepung Kekeringan dan Karhutla Imbas Kemarau Ekstrem, Ini Langkah Pemerintah

Insiden yang melanda Blok Pura Jati ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian warga atau pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh I Ketut Kecir, 66, warga Desa Batur Utara, Kecamatan Kintamani yang saat itu tengah ngayah di Pura Jati.

Baca Juga: Kemarau Kering di Karangasem, Kebakaran Lahan di Kubu Menggila, Dua Lokasi dalam Sehari

Kecir mendadak melihat kobaran api muncul dari semak belukar kering di sebelah utara Pura Jati. Api dengan cepat merambat dan membakar pohon kayu tiblun serta cemara hutan di kawasan konservasi tersebut.

”Masyarakat sekitar berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas KPHK Kintamani serta Polsek Kintamani,” terang Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa.

Sekitar pukul 12.30 Wita, personel Polsek Kintamani, BKSDA, dan TNI tiba di TKP. Bersama warga setempat, petugas gabungan berjibaku memadamkan api memanfaatkan peralatan seadanya, mulai dari pipa pengairan milik warga hingga ranting-ranting pohon. Beruntung, sekitar pukul 13.00 Wita, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

”Dugaan awal penyebab kebakaran dikarenakan kelalaian warga atau pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan di sekitar lahan kawasan hutan yang berupa semak belukar kering. Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” tegas Kompol Made Dwi Puja Rimbawa.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski demikian, lahan Hutan Konservasi TWA seluas kurang lebih 5 are ludes terbakar.

Untuk diketahui, kebakaran di kawasan Hutan Konservasi TWA sudah beberapa kali terjadi sepanjang tahun 2026 ini. Penyebabnya pun kerap dipicu pemicu yang sama, yakni ulah tidak bertanggung jawab oknum atau pengguna jalan yang asal membuang puntung rokok di semak belukar kering. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
puntung rokok kawasan konservasi karhutla Buleleleng kebakaran hutan dan lahan