AMLAPURA, Radar Bali.id – Polisi terus melakukan pendalaman terkait aksi keji pembakaran sopir truk I Gede Slamet, 40, pada Jumat (18/9/2026).
Pendalaman motif tersebut dilakukan untuk menggali apakah ada pemicu lain selain perkara uang setoran yang membuat pelaku I Putu Cahyadi Putra, 35, tega membakar korban menggunakan bahan bakar minyak jenis pertalite.
Baca Juga: Korban Yakin Mobil Miliknya Dibakar karena Temukan Jeriken Bensin
Kapolsek Selat AKP Ida Bagus Astawa menyatakan bahwa pelaku berhasil ditangkap di kediamannya di wilayah Pesaban, Kecamatan Selat. "Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku," ujarnya pada Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga: Mobil Warga di Buleleng Terbakar, Korban Menduga Dibakar Orang
Selain menginterogasi pelaku, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi. Dugaan sementara, aksi nekat tersebut dipicu masalah setoran truk milik pelaku. "Kami masih mendalami kemungkinan adanya motif lain," tambah Astawa.
Polisi juga menelusuri asal-usul bahan bakar yang digunakan hingga mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius. "Kami selidiki apakah pertalite tersebut dibawa pelaku dari rumah atau dibeli di sekitar lokasi. Keterangan para saksi akan menguatkan hal ini," jelasnya.
Sebelumnya, I Gede Slamet menjadi korban pembakaran oleh atasannya sendiri di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, pada Jumat (18/9/2026). Insiden terjadi karena pelaku emosi menyikapi uang setoran truk yang dinilai kurang, lalu melampiaskannya kepada korban yang saat itu sedang sakit.
Akibat kejadian kejam tersebut, I Gede Slamet menderita luka bakar hingga 40 persen di sekujur tubuh dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah,Denpasar. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali