Diduga Kebocoran Gas LPG, Kandang Terbakar dan 24 Ribu Ayam Ludes Jadi Arang

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:37 WIB
HANGUS TERPANGGANG: Kandang ayam pedaging di Banjar Dinas Tibudalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, yang hangus terbakar.(foto: ist)
HANGUS TERPANGGANG: Kandang ayam pedaging di Banjar Dinas Tibudalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, yang hangus terbakar.(foto: ist)

TABANAN, Radar Bali.id – Di tengah musim kemarau panjang, peristiwa kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Diduga Akibat Api Dupa, Rumah Penjahit Ludes Terbakar

Setelah dua hari berturut-turut insiden kebakaran menimpa rumah warga, kali ini kebakaran hebat meratakan sebuah kandang ayam pedaging di Banjar Dinas Tibudalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Kandang ayam milik I Made Dharma Wiguna, 27, tersebut ludes terbakar pada Jumat malam (18/9/2026). Meski tidak ada korban jiwa, puluhan ribu ayam pedaging mati terpanggang dan korban menderita kerugian hingga miliaran rupiah.

Kapolsek Pupuan AKP I Nyoman Simpen menyebutkan bahwa kebakaran hebat yang menimpa bangunan kandang berukuran 100 x 12 meter tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 22.39 Wita.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh I Nyoman Anggi Hermawan, 22, yang sedang bertugas menjaga kandang. Saat berjaga malam, ia mendadak menerima pesan WhatsApp dari Deden Rizky Nugraha, 25, pekerja lainnya yang mendengar suara letupan bambu dari arah belakang kandang.

Penasaran dengan asal suara, Anggi dan Deden langsung mengecek ke lokasi. "Setelah sampai di dalam kandang, mereka melihat api sudah membesar dari bagian belakang dan membakar sekitar setengah bangunan," ujar AKP Simpen pada Sabtu (19/9/2026).

Melihat kobaran api, kedua pekerja panik lalu berteriak memberitahukan rekan-rekan mereka. Mereka segera memindahkan sepeda motor serta barang berharga ke tempat aman, sembari menghubungi pemilik kandang, I Made Dharma Wiguna, 27, yang langsung meluncur ke lokasi.

Pekerja bersama warga sekitar berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, kondisi cuaca yang kering dan panas membuat kobaran api cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan kandang.

Pemilik lalu menghubungi petugas Pemadam Kebakaran. Sekitar pukul 00.09 Wita, petugas damkar tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api satu jam kemudian. "Beruntung api tidak sampai merembet ke pepohonan dan perkebunan warga di sekitar lokasi," tambah AKP Simpen.

Akibat musibah ini, sebanyak 24.000 ekor ayam pedaging mati terpanggang dan bangunan kandang ludes tak tersisa. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1 miliar. "Diduga kuat api berasal dari kebocoran gas LPG yang digunakan sebagai pemanas ruangan kandang ayam tersebut," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
gas bocor kandang ayam pupuan tabanan kebakaran peternakan ayam