TABANAN, Radar Bali.id– Aksi kejahatan menyasar pedagang pasar dengan modus hipnotis atau gendam kembali marak di wilayah Bali. Kali ini, nasib nahas menimpa I Made S, 52, pedagang di Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, yang kehilangan uang tunai Rp 800.000 akibat dihipnotis dua warga negara asing (WNA).
Baca Juga: Beraksi Sejak Tahun 2000, Pelaku Gendam Mengaku sebagai Karyawan Bank
Kejadian yang berlangsung pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita tersebut sempat terekam kamera CCTV toko dan mendadak viral di media sosial.
Baca Juga: Komplotan Gendam Ditangkap, Polisi Amankan Uang Ratusan Juta
Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (20/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kedua pelaku.
Kejadian bermula ketika dua WNA mendatangi warung korban dengan berbelanja gula pasir seharga Rp 5.000 menggunakan bahasa Inggris. Setelahnya, pelaku berpura-pura ingin menukarkan uang pecahan Rp 100.000.
Saat korban sibuk dan dibuat bingung memilih pecahan uang, pelaku secara sigap merogoh dan mengambil uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 dari dalam tas korban. Korban baru menyadari delapan lembar uang pecahan Rp 100.000 miliknya lenyap setelah kedua WNA itu pergi.
Seorang saksi bernama Vevi, 41, mengaku sempat curiga melihat korban tampak linglung saat diajak bicara oleh kedua WNA tersebut.
Saksi sempat memanggil korban untuk berbelanja guna memutus interaksi tersebut, namun korban baru menyadari kecurian sesudah pelaku beranjak.
”Pedagang atau korban tak tahu dirinya tengah digendam oleh pelaku. Baru uang dagangan dibawa kabur pelaku,” beber Kompol Subadi. Kepolisian kini menelusuri dugaan bahwa kedua WNA tersebut juga pernah melancarkan modus serupa di lokasi lain di Bali dan mengimbau masyarakat yang menjadi korban untuk segera melapor.[*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali