Heboh Dua Kelompok WNA Bakuhantam di Pantai Berawa, Badung, Polisi Selidiki Pemicu

Andre Sulla • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 06:18 WIB
BENTROK: Dua kelompok WNA berkelahi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Polisi masih mendalami identitas dan pemicu keributan tersebut. (cuplikan video amatir/radarbali.id)
BENTROK: Dua kelompok WNA berkelahi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Polisi masih mendalami identitas dan pemicu keributan tersebut. (cuplikan video amatir/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, kembali diwarnai keributan yang melibatkan warga negara asing (WNA).

Dua kelompok bule terlibat aksi saling dorong hingga berujung kontak fisik di tengah kawasan yang dikenal ramai aktivitas wisatawan tersebut.

Aksinya bahkan sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial pada Rabu (23/9/2026).

 Baca Juga: Akhirnya Dua WNA Asal Iran Dideportasi, Seusai Dugaan Kejadian Gendam dan Gondol Uang

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sejumlah pria terlihat terlibat keributan di pinggir jalan. Mereka tampak saling dorong dan pukul.

Salah seorang WNA yang mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang putih bahkan terlihat terjatuh ke aspal setelah terlibat kontak fisik dengan kelompok lainnya.

Keributan berlangsung saat sejumlah kendaraan masih melintas di sekitar lokasi. Beberapa orang yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian mendekat dan berupaya melerai kelompok yang terlibat.

Diketahui sejumlah pria mengenakan pakaian berbeda. Salah satu kelompok tampak mengenakan kaos hitam dan celana pendek hitam. 

Sementara pria lainnya mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang putih. Kelompok lain terlihat mengenakan kemeja putih dengan celana panjang cokelat serta kemeja merah dan celana panjang cokelat.

Warga merekam aksi bruta tersebut. Sehingga dalam dideo singkat itu kemudian menyebar di media sosial dan mendapat perhatian karena keributan terjadi di ruang publik. Polisi pun langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kejadian sebenarnya.

Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana mengatakan, pihaknya masih mendalami video tersebut. Anggota telah turun ke lokasi untuk mengecek kejadian sekaligus mengumpulkan informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat.

“Lokasi masih dicek. Anggota masih turun. Nanti kami kabari lagi,” ujar Sukadana saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Polisi belum memastikan identitas para WNA yang terlibat. Begitu pula dengan pemicu keributan dan rangkaian kejadian sebelum aksi saling pukul pecah. Pengecekan di lapangan masih dilakukan untuk mencocokkan rekaman video dengan kondisi sebenarnya.

Keributan yang melibatkan WNA di kawasan Kuta Utara bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada Rabu (9/9), polisi juga menindaklanjuti laporan mengenai dua kelompok WNA yang terlibat adu jotos di jalanan.

 Baca Juga: Memadukan Wiski Berprestasi Dunia dan Seni Melinting Cerutu dalam Malam Ember & Oaks di Pullman Bali

Polsek Kuta Utara mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan gangguan keamanan berkembang menjadi aksi yang lebih besar.

Warga yang mengetahui atau melihat kejadian serupa diminta segera menghubungi layanan kepolisian 110.

Menurut Sukadana, penanganan gangguan keamanan juga dilakukan secara bersama-sama dengan Linmas, Jagabaya, dan masyarakat.

“Kami sudah mengingatkan rekan-rekan warga maupun masyarakat, kalau memang ada ini, mohon dihubungi 110. Kami sama-sama atensi bersama dengan Linmas, Jagabaya maupun masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
bentrok kelompok WNA WNA baku hantam pantai berawa