Maunya Menengok, Malah Ditemukan Meninggal  di Kos-kosan

Ida Bagus Indra Prasetia • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:18 WIB
EVAKUASI JENAZAH : Jenazah mendiang Ni Putu Ayu Adi dievakuasi dari kos-kosan. (foto:Polres Gianyar)
EVAKUASI JENAZAH : Jenazah mendiang Ni Putu Ayu Adi dievakuasi dari kos-kosan. (foto:Polres Gianyar)

GIANYAR, Radar Bali.id – Niat Ni Putu Ariani, 60, untuk menjenguk kerabatnya Ni Putu Ayu Adi, 47, di sebuah kamar kos-kosan di Jalan Raden Wijaya Gang II Nomor 6A, Lingkungan Candibaru, Kelurahan Gianyar, Rabu, 23 September 2026, menguak fakta mengejutkan.

Baca Juga: Jejak Maut di Hutan Mangrove Benoa: Temuan Dua Jenazah Pria Tewas Mengenaskan dengan Luka Bakar

Korban Ni Putu Ayu Adi ditemukan dalam posisi telentang di lantai dan tidak menunjukkan pergerakan.

Baca Juga: Heboh Temuan Mayat! Misteri Kerangka Berjaket di Hutan Gunung Sari, Diduga Kuat Jasad WNA

Awalnya, Ni Putu Ariani masuk dan mendapati kamar korban dalam kondisi gelap. Dengan menggunakan senter dari telepon seluler, dirinya kaget melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa. Kasus itu kemudian dilaporkan ke kepolisian.

Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan didampingi Kanit Reskrim Iptu Gde Densa Prana bersama personel piket fungsi Polsek Gianyar dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya barang pribadi korban yang hilang.

Sejumlah barang milik korban juga telah diamankan untuk kepentingan pendataan dan penanganan lebih lanjut, di antaranya identitas diri, buku tabungan, kartu ATM, obat-obatan, kacamata, Salonpas, serta barang pribadi lainnya.

Korban kemudian dibawa ke RSU Sanjiwani Gianyar untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban tiba di UGD sekitar pukul 15.00 Wita dalam kondisi telah meninggal dunia.

Dokter menemukan adanya kaku mayat pada bagian bawah tubuh korban. Dalam pemeriksaan luar juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, dokter menyampaikan bahwa diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui autopsi.

”Kami sudah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan TKP, olah TKP, pemeriksaan saksi, pendataan barang-barang milik korban, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi, Satreskrim dan pihak rumah sakit untuk pemeriksaan terhadap korban,” ujar Kompol I Made Adi Suryawan.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan vertigo. Pihak keluarga juga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan kesediaannya membuat pernyataan di Polsek Gianyar.

”Untuk penyebab pasti meninggalnya korban, kami tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis,” tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
temuan jenazah polres gianyar gianyar