Aksi Mogok Sopir Truk di Ketapang, Lumpuh Antrean di Gilimanuk Mengular 7 Kilometer

Muhammad Basir • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 05:42 WIB
DAMPAK AKSI SOPIR TRUK : Antrean mengular di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (M.Basir)
DAMPAK AKSI SOPIR TRUK : Antrean mengular di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. (M.Basir)

NEGARA, Radar Bali.id – Antrean kendaraan kembali mengular di lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang. Dampak aksi penyampaian aspirasi sejumlah sopir truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, membuat arus penyeberangan sempat tersendat hingga memicu antrean panjang di sisi Bali.

Baca Juga: Hah?Antrean dan Krodit  Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Bisa hingga Akhir Tahun

Kendaraan yang hendak menyeberang memanjang sekitar enam kilometer pada Sabtu, 26 September 2026 malam dan baru berangsur berkurang pada Minggu, 27 September 2026 pagi.

Baca Juga: Dampak Antrean Pelabuhan Gilimanuk: Sampah Menggunung dan Ada yang Buang Hajat di Jalan

Ekor antrean dari arah Pelabuhan Gilimanuk bahkan terpantau mencapai kawasan Pura Segara Rupek atau sekitar 7 kilometer. Kendaraan berat maupun kendaraan umum harus mengular panjang sebelum mendapat giliran masuk ke area pelabuhan.

Di sisi Jawa, kondisi antrean juga tidak kalah parah. Hingga Minggu, 27 September 2026 pagi, ekor antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang dilaporkan mencapai sekitar 15 kilometer. Kondisi tersebut terjadi setelah pelayanan penyeberangan sempat dihentikan sementara menyusul aksi blockade di area pintu keluar Dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Ketapang oleh pengemudi truk.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Media Syahrianto mengatakan, layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali dibuka dan beroperasi normal sejak Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 21.15 Wita. Sebelumnya, aktivitas pelayanan sempat terganggu sejak pukul 16.00 Wita akibat aksi penyampaian aspirasi pengemudi truk tersebut.

”Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk sudah kembali dibuka dan beroperasi normal,” ujar Media.

Aksi mogok dan penyampaian aspirasi tersebut berkaitan dengan dinamika operasional di Dermaga LCM, terutama setelah adanya penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi. Pengaturan dilakukan demi keselamatan pelayaran, termasuk bagi kapal LCT yang mengangkut truk besar dan truk sedang.

Penyesuaian muatan itu sendiri dipicu oleh kondisi cuaca dan maritim. Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 15.00 Wita, terdapat peringatan dini PD1 Waspada terkait potensi angin kencang 10–15 knots dari arah utara serta arus kuat dengan kecepatan lebih dari 1,2 meter per detik.

Pihak ASDP bersama KSOP kemudian menggelar mediasi dengan perwakilan pengemudi truk untuk menjelaskan kondisi operasional sekaligus mencari jalan keluar tanpa mengabaikan faktor keselamatan pelayaran.

Meski pelayanan telah dibuka kembali, antrean kendaraan belum serta-merta terurai. ASDP mencatat pada Minggu, 27 September 2026 pagi ekor antrean di sisi Ketapang berada di kawasan Bangsring atau sekitar 10 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Sementara di sisi Gilimanuk, ekor antrean terpantau sekitar 3,5 kilometer di kawasan Monumen Lintas.

Namun pantauan di lapangan menunjukkan antrean di sisi Gilimanuk masih mengular lebih jauh dari catatan resmi tersebut. Kondisi ini membuktikan dampak penghentian sementara penyeberangan masih sangat terasa terhadap pergerakan logistik dan penumpang dari maupun menuju Pelabuhan Gilimanuk.

ASDP kini memprioritaskan percepatan pelayanan untuk mengurai antrean di kedua sisi pelabuhan, dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca. ”Kami berfokus pada percepatan dan penguatan operasional untuk mengurai antrean kendaraan baik di sisi Jawa maupun Bali dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan aspek keselamatan pelayaran,” terang Media.

Pihak ASDP juga memastikan koordinasi intensif dengan KSOP, BMKG, serta pemangku kepentingan lainnya terus berjalan. Setiap perubahan pola operasional akan disesuaikan dengan situasi riil di lapangan.

Hingga Minggu, 27 September 2026 pagi, kelancaran lintasan Ketapang–Gilimanuk belum sepenuhnya pulih. Pengguna jasa, khususnya angkutan logistik, masih harus bersabar mengantre imbas dari tersendatnya pelayanan pada Sabtu, 26 September 2026 lalu.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
demo sopir pelabuhan ketapang banyuwangi mogok antrean mengular pelabuhan gilimanuk