NEGARA, Radar Bali.id – Pemandangan berbeda terlihat di dua sisi lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada Selasa (29/9/2026).
Jika sehari sebelumnya Pelabuhan Gilimanuk sempat disesaki antrean kendaraan hingga seluruh areal parkir padat, pada Selasa pagi antrean di Gilimanuk justru nyaris tak terlihat.
Baca Juga: CEK FAKTA : Akses Pelabuhan Ketapang Sempat Lumpuh 5 Jam, Demo Sopir Berujung 8 Poin Kesepakatan
Sejak sekitar pukul 06.00 Wita, kendaraan yang sebelumnya mengular di kawasan Pelabuhan Gilimanuk sudah seluruhnya menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Arus kendaraan di pintu masuk pelabuhan pun kembali relatif normal.
Salah seorang petugas di Pelabuhan Gilimanuk mengatakan, kondisi tersebut merupakan perkembangan positif setelah kepadatan luar biasa terjadi hingga Senin (28/9/2026) malam.
”Senin malam memang sempat padat sekali, parkiran sampai penuh. Namun sekitar pukul 06.00 Wita kendaraan sudah menyeberang semua ke Ketapang,” ujarnya.
Meski sisi Gilimanuk sementara terbebas dari antrean, persoalan belum sepenuhnya berakhir. Kepadatan kendaraan masih mengular di sisi Ketapang. Bahkan, antrean kendaraan yang berlangsung berhari-hari memicu aksi demonstrasi warga sekitar Pelabuhan Ketapang untuk meminta solusi atas kemacetan yang berdampak pada lingkungan permukiman.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry hingga Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 Wita, ekor antrean kendaraan di sisi Ketapang masih mencapai sekitar 8,5 kilometer hingga kawasan Pantai Sangkong, Parasputih, dengan waktu tunggu sekitar 34 menit. Antrean tersebut didominasi oleh armada logistik.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan tersebut. Pihaknya mengoperasikan 27 kapal dan memperkuat pola perjalanan hingga delapan trip untuk mempercepat penguraian antrean.
”Ketika kondisi di salah satu sisi mulai lebih terkendali, kapasitas yang tersedia kami optimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan pada sisi yang masih mengalami antrean,” terang Heru.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menambahkan bahwa penguraian antrean juga memperhatikan faktor keselamatan pelayaran dan karakteristik muatan logistik.
ASDP menegaskan monitoring berkala terus dilakukan bersama kepolisian dan regulator hingga lintasan Ketapang-Gilimanuk kembali stabil. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali