Buntut Kasus Musik Keras di Manik Mas Besakih, Pengelola dan Desa Adat Buka Suara

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 06:55 WIB
Ilustrasi Pura Agung Besakih, Karangasem. (dok. Radar Bali)
Ilustrasi Pura Agung Besakih, Karangasem. (dok. Radar Bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Agung Besakih akhirnya memberikan klarifikasi terkait video seorang pria yang ditegur petugas lantaran menyalakan musik dengan suara keras di kawasan fasilitas Manik Mas, Pura Agung Besakih.

Baca Juga: Putar Musik Keras di Areal Parkir Pura Besakih, Konten Kreator Ditegur, Panen Hujatan Netizen

Video tersebut sebelumnya beredar di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria terlibat perdebatan dengan petugas terkait larangan menyalakan musik di kawasan suci tersebut.

Melalui akun media sosial resminya, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Agung Besakih menegaskan bahwa pria yang terekam dalam video bukan pengunjung maupun wisatawan. ”Pria dalam video tersebut bukan pengunjung maupun wisatawan, melainkan oknum warga lokal,” tulis pihak pengelola dalam klarifikasinya di akun Facebook pada Rabu (30/9/2026).

Sebelumnya, wartawan media ini sempat menghubungi Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, namun tidak mendapat tanggapan. Klarifikasi tersebut justru diunggah langsung melalui media sosial.

Dalam pernyataannya, pihak pengelola menjelaskan bahwa teguran petugas bukan tanpa alasan. Petugas menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) demi menjaga ketenangan, ketertiban, serta kesucian Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Pengelola juga memastikan pria tersebut telah diberikan pemahaman mengenai tata tertib yang berlaku.

Sementara itu, Pangliman Desa Adat Besakih, I Gusti Bagus Karyawan, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, siapa pun yang beraktivitas di kawasan suci Besakih wajib menjaga kenyamanan bersama tanpa memandang latar belakang.

”Saya selaku prajuru Desa Adat Besakih sangat menyayangkan. Siapa pun orangnya, kalau sudah mengganggu kenyamanan pengunjung, wajib ditindak,” tegas Karyawan.

Ia menegaskan, Pura Agung Besakih tidak hanya dikunjungi wisatawan, tetapi juga pemedek yang datang untuk melaksanakan persembahyangan. Oleh karena itu, kekhusyukan harus menjadi perhatian utama.

”Pura Agung Besakih ini kawasan suci. Sebisa mungkin dan wajib hukumnya memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung, terutama yang datang untuk persembahyangan. Wisatawan juga harus mendapatkan kenyamanan,” tuturnya.

Karyawan menambahkan, dirinya sudah berulang kali mengingatkan warga atau pengunjung yang membunyikan musik keras di kawasan Besakih.

“Saya pasti ingatkan. Jangan hidupkan musik keras-keras, mohon dikecilkan. Apalagi di jalan sambil berseliweran naik motor, membunyikan musik keras-keras dan teriak-teriak,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
musik berisik karangasem pura besakih netizen konten kreator