NEGARA, Radar Bali.id – Suara ledakan keras mengejutkan warga Lingkungan Sawe Munduk Waru, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana pada Selasa, (29/9/2026).
Baca Juga: Ledakan dari Kebakaran Limbah Kembang Api Gegerkan Warga Denpasar Utara
Tumpukan serabut kelapa milik I Wayan Perdana, 60 tiba-tiba terbakar hebat dan nyaris merembet ke bangunan rumah utama.
Anak pemilik rumah, I Komang Wahyu Andika Putra, yang saat itu berada di sekitar lokasi, mengaku kaget usai mendengar suara ledakan cukup keras dari samping rumahnya. Penasaran dengan asal suara, ia lantas mengecek ke lokasi dan mendapati tumpukan serabut kelapa milik ayahnya sudah dilalap si jago merah.
Baca Juga: Dapur Berantakan Akibat Ledakan Elpiji di Manggis, Satu Korban Dilarikan ke RSUD Klungkung
Posisinya yang sangat dekat dengan bangunan rumah membuat warga sekitar panik. Kepulan asap hitam membubung tinggi hingga mengundang warga berdatangan untuk membantu memadamkan api secara swadaya sembari menghubungi Mako Damkar Jembrana.
Menerima laporan tersebut, Regu I Damkar Jembrana yang sedang siaga langsung bergerak ke lokasi. Tiga unit armada pengerah dikerahkan, yakni armada Altora, Tangki Merah, dan Hino Penembak. Petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah menerima laporan.
Api akhirnya berhasil dijinakkan dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sebanyak 3.000 liter air disemprotkan ke lokasi untuk memastikan bara api di dalam tumpukan serabut kelapa benar-benar padam total.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Damkar Jembrana, Kade Bagus Darmawan, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah kebakaran tersebut. Namun, kerugian materiil berupa tumpukan serabut kelapa yang ludes terbakar diperkirakan mencapai Rp1 juta.
”Untuk penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui,” jelas Kade Bagus.
Beruntung, ketangkasan petugas dan warga berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merembet dan melalap bangunan rumah di sekitarnya. Petugas juga memastikan seluruh titik bara api telah aman sebelum balik kanan meninggalkan lokasi. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali