Api Muncul Dari Pos Istirahat, Rumah Potong Ayam Ikut Ludes Dilalap, Mobil Jadi Arang

Andre Sulla • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 21:14 WIB
JADI ARANG: Rumah sekaligus tempat usaha pemotongan ayam di Jalan Cempaka Putih, Kesiman, Denpasar Timur, terbakar, Senin (5/10). (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)
JADI ARANG: Rumah sekaligus tempat usaha pemotongan ayam di Jalan Cempaka Putih, Kesiman, Denpasar Timur, terbakar, Senin (5/10). (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kepulan asap dan kobaran api mengagetkan warga. Sebab rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha pemotongan ayam terbakar.

Kejadian berlangsung di Jalan Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (5/10) sekitar pukul 08.30 Wita.

Api diduga pertama kali muncul dari sebuah pos/gubuk tempat beristirahat sebelum merembet dan membakar sejumlah barang di lokasi.

Saat kebakaran berlangsung, pemilik rumah, Rohmawati, 29, sedang berjualan di Pasar Renon.  Beruntung tidak ada korban jiwa.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kabar kebakaran baru diterima Rohmawati setelah seorang saksi menjemputnya dan memberitahukan bahwa rumahnya terbakar.

Saksi Siti Lailatul Fitrian, 21, mengaku mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan karena melihat api,sekitar pukul 09.20 Wita. Saat keluar rumah, ia melihat sebuah gubuk kecil atau pos di sekitar rumah terbakar.

"Kobaran api kemudian semakin membesar sehingga warga berupaya melakukan pemadaman secara manual," kisahnya. Siti kemudian bergegas menjemput Rohmawati yang sedang berjualan di Pasar Renon.

Ia lalu memberitahukan pemilik rumah dan keduanya bergegas ke TKP. Setelah tiba di lokasi, korban bersama warga berusaha memadamkan api menggunakan selang air.

Namun, upaya tersebut tidak maksimal karena keterbatasan panjang selang.

Sementara itu, saksi Lutfi, 47, mengatakan mendengar teriakan tetangga yang memberitahukan adanya kebakaran sekitar pukul 08.45 Wita.

Saat keluar rumah, dia melihat api berkobar dan masih terdapat saudara perempuan korban di sekitar lokasi.

Lutfi kemudian meminta agar kendaraan yang berada di dalam rumah segera dikeluarkan. Bersama sejumlah warga, dia berupaya menjinakkan api menggunakan ember berisi air. Namun, material bangunan pos yang sebagian terbuat dari triplek membuat api cepat membesar.

Terlebih kondisi saat itu disertai hembusan angin kencang. Warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. "Berdasarkan keterangan saksi, titik awal api diduga berasal dari pos atau gubuk yang digunakan sebagai tempat duduk dan beristirahat," kisahnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada cok roll atau terminal colokan listrik yang digunakan untuk menyalakan salon, lampu, serta mengisi daya telepon seluler.

 

Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan pihak kepolisian. Api menghanguskan sejumlah kendaraan dan peralatan usaha milik korban. Barang yang terbakar di antaranya satu unit Daihatsu Ayla warna putih nomor polisi DK 1572 BB.

Selain itu tiga unit sepeda motor Honda Vario, salah satunya DK 4202 FDR warna hitam strip hijau dan DK 8094 HY, serta satu unit Vario merah yang nomor polisinya ikut terbakar.

Selain kendaraan, satu unit mesin pembersih ayam juga ikut dilalap api.

Pasca kejadian, Rohmawati bersama anaknya dievakuasi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.

Polisi masih melakukan penanganan dan pendataan terkait peristiwa kebakaran tersebut.

"Penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik. Total kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Kesiman Denpasar Timur rumah potong ayam mobil jadi arang kebakaran