Karhutla Beruntun di Jembrana, Kali Ini Diduga karena Puntung Rokok, Api Lahap Kebun di Ekasari

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:58 WIB
PADAMKAN API : Pemadaman api yang membakar lahan di Ekasari, Melaya,Jembrana. (foto: Damkar Jembrana)
PADAMKAN API : Pemadaman api yang membakar lahan di Ekasari, Melaya,Jembrana. (foto: Damkar Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Ancaman kebakaran lahan kembali menghantui wilayah Jembrana. Dalam dua hari berturut-turut, si jago merah membakar dua wilayah berbeda.

Baca Juga: Bali Dikepung Kekeringan dan Karhutla Imbas Kemarau Ekstrem, Ini Langkah Pemerintah

Setelah lahan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, terbakar pada Selasa (6/10/2026), api kembali melahap lahan kebun di Banjar Anggasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Rabu (7/10/2026).

Kebakaran di Desa Ekasari bahkan diduga kuat dipicu hal sepele, yakni buangan puntung rokok. Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 Wita setelah seorang warga melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari arah kebun di sebelah barat rumahnya.

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana Kade Bagus Darmawan menjelaskan, warga setempat sebenarnya sempat berupaya melakukan pemadaman secara swadaya. Namun, lantaran angin dan kondisi lahan kering, api meluas sangat cepat sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Mako Damkar Jembrana.

”Api sudah melebar dan tidak bisa dipadamkan warga. Regu langsung kami kerahkan ke lokasi,” ujar Bagus Darmawan.

Tiga armada damkar diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menembus lokasi dan kurang lebih satu jam melakukan pemadaman serta pendinginan. Sebanyak 8.000 liter air dihabiskan dalam proses penanganan tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan, peristiwa ini menjadi peringatan keras tingginya risiko kebakaran di musim kering.

Sehari sebelumnya, insiden serupa menimpa Banjar Adat Pangkung Kwa, Desa Penyaringan. Api membakar sekitar 20 are dari total lahan 1,8 hektare yang dipenuhi semak belukar, pohon kelapa, serta pohon mangga.

Peristiwa di Penyaringan pertama kali diketahui saksi I Nyoman Putra Yadnya, 52, saat hendak menuju kebunnya. Dari kejauhan, Putra Yadnya melihat kepulan asap tebal. Begitu didekati, kobaran api sudah menjalar luas.

Laporan lantas diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Penyaringan dan Mako Damkar Jembrana. Tiga armada dikerahkan dengan menguras sekitar 8.000 liter air dalam proses pemadaman selama satu jam.

Berbeda dengan insiden di Ekasari, penyebab pasti kebakaran di Penyaringan hingga kini masih misterius dan kerugian material masih dalam proses pendataan.

”Rentetan kejadian ini jadi peringatan. Dalam kondisi lahan kering, kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan berpotensi memicu kebakaran fatal. Kami imbau masyarakat lebih waspada,” tegas Bagus Darmawan.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pemadaman api karhutla Damkar Jembrana kebakaran