GIANYAR, Radar Bali.id - Satu unit bangunan gerai makanan cepat saji ACK di Jalan Raya Desa Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Kecamatan Gianyar, terbakar pada Kamis (8/10/2026) pukul 08.36 Wita.
Baca Juga: Kompor Gas Meledak, Rumah Warga di Abang Hangus Terbakar, Kerugian Tembus Rp 250 Juta
Karyawan sempat berupaya memadamkan api, namun kobaran api yang membesar membuat karyawan berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Perbekel Desa Lebih I Wayan Agus Muliana mengatakan, setelah menerima informasi kebakaran, pihaknya langsung menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) Gianyar.
”Bangunan ini adalah bangunan milik salah satu warga yang dikontrak oleh ACK,” katanya usai kejadian.
Sepengetahuan Agus, kejadian diduga berasal dari gangguan listrik maupun peralatan yang digunakan untuk memasak.
”Kemungkinan terbesar mungkin ada beberapa penyebab, seperti korsleting listrik atau dari kompor atau gas yang mengalami kebocoran,” ungkapnya.
Akibat insiden tersebut, bangunan mengalami kerusakan berat. ”Korban luka tidak ada, astungkara. Hanya saja mungkin korban materiil berupa fisik bangunan yang ludes terbakar,” jelas Agus. Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta.
Sementara itu, Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Polisi menemukan fakta bahwa saat kejadian, salah satu karyawan ACK, Putu AY, sedang memasak nasi. Di saat yang bersamaan, diduga terjadi kebocoran gas LPG yang menyebabkan api menyambar dan memicu kebakaran.
”Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas LPG, sementara korban dan para saksi masih akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Polsek Gianyar,” ujar Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Suardita.
Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Gianyar Putu Yudanegara menyatakan pihaknya menerjunkan dua unit armada dan personel dari Regu 4. ”Jarak dari pos ke TKP kurang lebih 6,1 kilometer. Lama penanganan kebakaran kurang lebih 30 menit dengan menyemprotkan air,” pungkasnya.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali