MBG atau Bukan? Belasan Siswa SDN 3 Banjar Jawa Keracunan, Begini Keterangan Kasek

Francelino Junior • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:47 WIB
BELASAN KERACUNAN : Suasana sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa, Singaraja, Buleleng. (Francelino/Radar Bali)
BELASAN KERACUNAN : Suasana sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa, Singaraja, Buleleng. (Francelino/Radar Bali)

SINGARAJA, Radar Bali.id – Sebanyak 16 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa dikabarkan mengalami gejala diduga keracunan sejak Selasa (6/10/2026).

Penanganan medis kini tengah dilakukan, sekaligus menelusuri penyebab pasti dari insiden tersebut.

Baca Juga: Konsumsi Nasi Bungkus, Puluhan Siswa Keracunan Makanan

Orang tua siswa disebut melapor sejak Selasa (6/10/2026). Para siswa mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga sakit perut. Jumlah siswa yang mengalami keluhan bertambah hingga Jumat (9/10/2026) mencapai 16 anak.

Baca Juga: 14 Siswa Keracunan, Disdikpora Minta Pengawasan Makanan Diperketat

”Tiga siswa masih menjalani perawatan di RSUD Buleleng dan Rumah Sakit Parama Sidhi Singaraja,” ujar Kepala SDN 3 Banjar Jawa, I Putu Susila Darma pada Jumat (9/10/2026).

Pihak sekolah belum berani menyimpulkan penyebabnya, apakah berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) atau faktor lain. Pasalnya, kondisi para siswa tergolong acak. Dari 16 anak yang bergejala, beberapa di antaranya diketahui tidak mengonsumsi menu MBG pada hari kejadian.

Susila Darma menyebut, pada Senin (5/10/2026) sebagian siswa kelas 1, 2, dan 5 mengikuti program Imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) untuk mencegah infeksi difteri dan tetanus. Selain itu, beberapa siswa lain dilaporkan membawa bekal makanan dari rumah seperti nugget, sosis, hingga spaghetti.

Sedangkan menu MBG saat itu adalah ayam celup dan ayam tomat. Ia menyatakan tidak ada keluhan terkait menu tersebut dan tidak ada makanan basi atau tidak layak konsumsi saat kejadian.

”Bahkan ada siswa yang tidak makan MBG, tapi mengalami gejala serupa,” lanjut Susila Darma.

SDN 3 Banjar Jawa telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menerjunkan tim untuk menguji sampel serta melakukan asesmen terhadap sanitasi lingkungan sekolah, mulai dari tempat cuci tangan, kamar mandi, hingga kantin yang berstatus Kantin Sehat.

Standard Operating Procedure (SOP) terkait konsumsi makanan siswa sudah diterapkan di sekolah wilayah Kota Singaraja tersebut, sehingga siswa dibebaskan untuk mengonsumsi MBG atau tidak.

”Namun, kalau masih ada yang keracunan lagi atau menunjukkan gejala serupa, kami akan bersurat resmi untuk menunda sementara penyaluran MBG,” tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
singaraja buleleng diskes buleleng Mbg siswa keracunan keracunan makanan