TABANAN, Radar Bali.id – Sejumlah warga di Kabupaten Tabanan mulai mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.
Baca Juga: Antrean BBM di Sejumlah SPBU di Bali Mengular, Pertamina Irit Bicara
Selain ketersediaan stok yang makin tipis, warga juga kewalahan menghadapi antrean panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mendapatkan BBM.
Baca Juga: Cek Fakta! Pasokan BBM Pertamina Dipangkas 30-40 Persen?, Antrean Terus Mengular di Sejumlah SPBU
Pantauan di lapangan pada Minggu (11/10/2026) menunjukkan antrean panjang kendaraan bermotor dan mobil masih berlangsung hingga Minggu sore. Pemandangan mengularnya antrean sampai memadati jalan raya salah satunya terlihat di SPBU yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Sanggulan. Kondisi pasokan Pertalite yang kosong membuat warga pengendara kebingungan mencari bahan bakar.
Baca Juga: BBM Mahal dan Kuota Dibatasi, Nelayan Kusamba Terancam, Program Mesin Listrik Kini Dilirik
Sementara itu, kondisi tak jauh beda terjadi di SPBU Pesiapan, Jalan Pulau Batam, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan. Tampak stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax habis total. SPBU tersebut dilaporkan kosong stok sejak Minggu pagi.
Salah seorang warga, I Wayan Ega Antara, 26 asal Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, mengaku telah berburu Pertalite sejak Minggu (11/10/2026) pagi pukul 10.30 Wita.
Ia sempat mendatangi SPBU di kawasan Pesiapan, Dauh Peken, kemudian menyisir SPBU Grogak, SPBU Sanggulan di Bypass Ir. Soekarno Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, hingga SPBU di Jalan Gatot Subroto.
Upaya Ega menyisir empat SPBU tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil karena seluruh pasokan BBM Pertalite dinyatakan habis. Dari lokasi yang ia datangi, pengelola SPBU hanya menyediakan BBM jenis Solar.
“Rencananya mobil mau dipakai ke Karangasem antar keperluan upacara pernikahan adik sepupu. Tapi sudah empat SPBU saya datangi, Pertalite kosong,” ujar Ega.
Ega menceritakan, usahanya mencari bensin juga dilakukan oleh pamannya yang sudah berangkat lebih awal sejak pukul 09.00 Wita. Keduanya membutuhkan BBM untuk mendukung kelancaran kegiatan keluarga yang hendak berangkat ke Karangasem pada Senin (12/10/2026). Di sisi lain, seluruh keluarga perempuan di rumahnya sedang menyiapkan sarana banten dan perlengkapan upacara adat lainnya secara bersama-sama.
“Rencana mobil mau dipakai besok. Kami juga lagi siapkan banten dan sarana upacara lainnya disiapkan semua keluarga kami yang perempuan. Jadi biar sama-sama jalan, kami cari BBM,” terangnya.
Lantaran tidak menemukan ketersediaan Pertalite di lokasi terakhir yang didatangi, Ega terpaksa memutuskan kembali ke rumah dengan rasa khawatir.
“Ini yang terakhir di Gatot Subroto. Karena tidak ada, ya balik pulang,” pungkas Ega.
Hal senada diungkapkan Putu Muliawan, warga GMJ. Ia mengaku sebenarnya stok BBM jenis Pertalite di Tabanan mulai langka sejak dua hari yang lalu. Bahkan ia sempat berburu bensin ke pedagang eceran di toko Madura, namun stok di sana juga ludes.
Kesulitan mencari BBM jenis Pertalite tersebut tak hanya dikeluhkan warga di lapangan, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bagi Putu Muliawan, kelangkaan Pertalite sangat berimbas pada aktivitas kerjanya sehari-hari karena mengandalkan sepeda motor.
"Imbas bagi kami yang bekerja menggunakan motor. Apalagi saya kerja di daerah Nusa Dua, pulang-pergi dari Tabanan ke Nusa Dua setiap harinya," pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali