MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Aktivitas menyetrika pakaian di sebuah usaha laundry di Banjar Sengguan, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, berujung petaka.
Api yang diduga bersumber dari regulator tabung LPG 3 kilogram mendadak membesar hingga merembet dan menghanguskan tiga tempat usaha serta merusak bagian atap rumah warga.
Kebakaran terjadi Selasa (20/10) sekitar pukul 06.30 Wita. Nyala api dari tempat laundry milik Ni Wayan Puriasih, 45, kemudian menjalar ke toko perlengkapan persembahyangan milik Ni Ketut Sudiani, 50, dan bengkel aluminium milik Dewi Kurnia, 37.
Bagian atap rumah I Nyoman Raka Sudana, 45, yang berada di belakang lokasi kejadian, turut terdampak. Kerugian ditafsir mencapai balasan juta.
PS Kasi Humas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, Puriasih datang ke tempat usahanya untuk menyelesaikan pekerjaan menyetrika pakaian pelanggan.
Rencananya, laundry tersebut akan tutup selama dua hari karena ada keperluan upacara agama.
Namun, saat kompor gas dinyalakan untuk menyetrika, api justru muncul dari bagian regulator tabung LPG.
Puriasih sempat berusaha memadamkan kobaran tersebut. Nahas, api dengan cepat membesar hingga upayanya tidak membuahkan hasil.
“Melihat api muncul dari regulator tabung gas, Puriasih sempat berupaya memadamkan api, tetapi tidak berhasil. Api kemudian membesar dan merembet ke tempat usaha di sebelahnya,” ujar Ipda Yuni, Selasa (20/10/2026).
Kobaran yang kian membesar membuat warga sekitar berupaya membantu pemadaman.
Pemilik bengkel aluminium yang berada di bagian belakang tempat usahanya juga turut berusaha memadamkan api setelah mengetahui kebakaran tersebut.
Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
Sementara itu, personel Polsek Mengwi bersama tim Identifikasi Polres Badung melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Di sisi lain, Sudiani baru mengetahui musibah tersebut setelah menerima telepon saat berada di rumah.
Mendapat kabar tokonya terbakar, dia langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan kondisi tempat usahanya. Berdasarkan hasil identifikasi awal, kebakaran diduga dipicu api yang muncul dari regulator tabung LPG 3 kilogram di tempat laundry. Api kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya.
Toko perlengkapan persembahyangan dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga barang-barang di dalamnya terbakar. Bengkel aluminium dan bagian atap rumah warga di belakang laundry juga ikut terdampak.
Meski menghanguskan sejumlah barang dan merusak beberapa bangunan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian materil mencapai ratusan juta. “Polisi masih mendalami kejadian tersebut,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com