Dua pimpinan parpol di Badung ini menunjukkan kode keras untuk menyambut pesta demokrasi tahun 2024 di Badung. Ketua DPC Partai Gerindra Badung, Wayan Disel Astawa yang juga Bendesa Adat Ungasan tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat berterimakasih pada kesempatan ini telah dipertemukan dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung.
Sebenarnya, kata dia, pertemuan ini sama sekali tidak terencana. Tapi dengan pertemuan ini semoga apa yang menjadi suatu harapan bersama antara dirinya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Badung dan Wayan Suyasa sebagai Ketua DPD Partai Golkar Badung dapat mengisi dikemudian hari dalam Pesta Demokrasi di tahun 2024.
“Kami nanti bisa memberikan suatu dampak positif terhadap perkembangan Kabupaten Badung ke depan. Namun yang paling urgen saat ini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan suara Partai Gerindra pada Pemilu 2024 yang saat ini kita memiliki dua kursi di legislatif Kabupaten Badung dan di Pemilu 2024 nanti, kita berhadap bisa naik bisa membentuk satu fraksi,”terang Disel Astawa menghadiri karya atma wedana di Desa Adat Tanjung Benoa yang secara tidak sengaja bersamaan hadir dengan Ketua DPD Partai Golkar Badung, Wayan Suyasa, Selasa (29/11) lalu.
Begitu juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung Wayan Suyasa mengatakan, terkait pertemuannya dengan Ketua DPC Gerindra memang tanpa disengaja dan itu murni konteks menghadiri kegiatan adat. Hal ini tentunya harus saling mengapresiasi karena semuanya bagian dari pemangku kepentingan di Kabupaten Badung dan bersama-sama membesarkan partai masing-masing. “Khususnya dalam hajatan Pileg tahun 2024 mendatang, prinsipnya kami sama. Kami di Partai Golkar bersama Gerindra dibawah komando pak Disel Astawa berbuat sesuatu semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan di legislatif dan pemenangan Pilpres,” terang Politisi asal Desa Penarungan ini.
Lebih lanjut, berbicara Pilkada yakni setelah Pileg, Parpol harus memenuhi 20 persen kursi yang ada di legislatif sehingga bisa mengusung seorang calon. Pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan seluruh stakeholder partai baik yang lolos electoral threshold. “Nanti disana pasti ada pembicaraan tentang koalisi, karena kita sama-sama berjuang terlepas dari kepentingan partai masing-masing,” bebernya.
Namun dalam konteks Pilkada pasti ada koalisi. Harapannya nantinya dapat terjalin komunikasi, karena yang kekal dalam politik ini adalah perubahan. “Mudah-mudahan saya bersama pak Disel Astawa saling mengapresiasi dan menghargai tugas masing-masing. Semoga kita ada chemistry serta bagaimana kita bisa nanti kedepannya masyarakat Badung yang sudah baik ini semakin kita bahagiakan,” pungkasnya. (dwi)
Editor : Donny Tabelak