Sebelum tempur harus melalui uji kelayakan (fit proper test) sebagai syarat maju sebagai calon legislatif yang digelar di Kantor DPD Gerindra Bali dimulai Rabu (26/4) sampai Minggu (30/4) mendatang.
Tim penguji uji kelayakan tidak hanya dari pengurus partai, tetapi juga ada dua penguji independen, dari seorang psikolog dan satu lagi akademisi.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya ikut langsung menyeleksi para bakal calon legislatif. Jumlah pendaftar melebihi kuota yang disyaratkan sekitar 120 persen.
Selain itu juga, partai besutan Prabowo Subianto telah memenuhi kuota perempuan yang biasanya menjadi permasalahan dan kesulitan di setiap parpol.
"Uji kelayakan ini bagian proses dari bacaleg jadi caleg karena setiap daerah pemilihan lebih pendaftarnya sehingga harus selektif untuk memilih calon legislatif.
Karena dari sini tahu siapa yang benar loyal dan layak bertarung. Bukan sekadar. Supaya tidak ada penyusup. Supaya tidak ada yang awalnya mendaftar terus mengundurkan diri di tengah jalan," papar Pria yang akrab disapa De Gadjah ini.
De Gadjah mengungkapkan uji kelayakan ini benar-benar objektif. Tidak ada pengaruh subjektif, suka dan tidak suka, bahkan incumben maupun pengurus juga mengikuti uji kelayakan.
"Yang ikut banyak. Rata-rata 120 persen dari seluruh anggota dapil. Jumlah kuota perempuan juga memenuhi," terangnya.
Menyongsong Pemilu 2024 banyak tokoh yang pindah partai memilih Gerindra dijadikan kendaraan merebut kursi legislatif.
Sambungnya, pendatang baru juga sama wajib mengikuti uji kelayakan untuk menguji loyalitas serta mental sebelum bertempur pada Pemilu 2024 mendatang.
"Intinya sebelum berperang kami memilih pasukan yang siap tempur. Target kami menjadi nomor dua di Bali," tegasnya.
Gerindra Bali juga berjuang memenangkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi presiden.
"Kami juga akan memenangkan Pak Prabowo. Kami dari Gerindra mendeklarasikan mengusung pak Prabowo sudah bulat jadi capres dari Partai Gerindra," terangnya.
Sementara itu, salah satu anggota penguji dari unsur akademisi, Ketut Sukawati Lanang Perbawa mengatakan uji kelayakan untuk mencari kader yang memiliki loyalitas dan kinerja yang baik. Lanang mengamati para pendaftar bacaleg ini sudah paham tentang kepemiluan.
"Terima kasih atas kepercayaan untuk kami. Rata-rata yang saya uji bagus terkait bagaimana pemetaan. Lebih banyak sudah memahami karena Gerindra adalah partai besar di Indonesia khususnya di Bali," jelas Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati ini. (arb/feb) Editor : Rosihan Anwar