Hal ini disebabkan karena alot daftar nama bacaleg dari partai politik di daerah, sehingga masih banyak belum merampungkan sejumlah nama calon hingga syarat-syarat pendaftaran.
Sekretaris DPD (Dewan Pimpinan Daerah) II Partai Golkar Tabanan I Made Asta Darma, mengaku khusus bacaleg Golkar Tabanan pihaknya sampai sejauh ini belum mendaftarkan bacalegnya. Karena masih alot menunggu persetujuan SK dan arahan dari DPP.
“Kami sedang menunggu SK dan instruksi dari DPP, setelah SK kami pegang, baru kami akan mendaftar ke KPU. Mungkin itu dilakukan Minggu depan, sembari menunggu kamu persiapkan dulu seluruh persyaratannya,” ujar Asta Dharma, Jumat (5/5).
Disisi lain Asta Dharma tak menampik jika ada petahana atau incumbent dari Partai Golkar Tabanan yang duduk sebagai anggota DPRD Tabanan yang tidak maju lagi sebagai bacaleg di DPRD Kabupaten, melainkan dia di plot untuk maju di DPRD Provinsi.
“Ya Ibu Ni Made Meliani sebagai Wakil Ketua DPRD Tabanan. Dia tidak maju lagi, tapi maju ke Dewan Provinsi. Sebagai pengganti ada dari Kader Perempuan Partai Golkar, karena untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan," bebernya.
Bukan hanya partai Golkar Tabanan yang berkutat pada kondisi internal mereka, tetapi pula itu terjadi pada Partai Gerindra Tabanan.
“Untuk mendaftar ke KPU kami masih menunggu hari baik untuk mendaftar dan juga instruksi dari DPD kami, yang jelas saat ini kami sedang berproses,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan.
Untuk daftar Bacaleg ini, Juliastrawan menyatakan jika dalam pemilu 2024 ini, Para Petahana dari Partai Gerindra Tabanan saat ini masih tetap bertahan dan kembali bertarung untuk Pemilu 2024. Namun demikian, Juliastrawan mengaku ada juga para Bacaleg Partai Gerindra saat ini yang merupakan wajah-wajah baru.
"Untuk wajah baru, banyak komposisinya beragam, ada dari akademisi, tokoh masyarakat, ada juga petani. Namun untuk kuota 30 perempuan sudah kami penuhi, masing-masing Dapil sudah menyetorkan nama-nama calon perempuan untuk bertarung di Pemilu 2024," tambahnya.
Sementara itu, Partai PDIP Tabanan, melalui Liaison Officer (LO) atau narahubung Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, menyebut dalam hal pendaftaran caleg Pemilu 2024, pihaknya masih menunggu instruksi atau perintah dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat).
"Ini karena waktu pendaftaran caleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah kewenangannya DPP sehingga kami masih dalam proses menunggu," pungkasnya.
Sekedar diketahui di Banteng PDIP Tabanan ada dua nama petahana yang kini duduk di kursi DPRD Tabanan ikut terdepak pada bacaleg PDIP Tabanan. Yakni I Nyoman Suadiana dan I Wayan Tamba.
I Nyoman Suadiana merupakan adik kandung dari Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama sementara I Wayan Tamba merupakan politisi asal Banjar Dinas Ngis Kelod, Desa Jegu Penebel. Kedua petahana ini tersingkir dari bursa pencalegkan pada daerah pemilihan 3 (dapil) Penebel-Baturiti, Tabanan.
I Nyoman Suadiana dicoret karena ada urusan dapil di Penebel-Baturiti. Dia digantikan oleh anak dari I Nyoman Adi Wiryatama yakni I Gede Made Dedy Pratama. Sementara untuk I Wayan Tamba, digantikan oleh Ketua PAC Penebe I Gede Made Suarjana. [juliadi/radar bali]
Editor : Hari Puspita