Ganjar tidak ingin banyak bicara siapa pendampingnya , meski Sandiaga Uno yang digadang-gadang berpasangan dengannya sudah resmi bergabung di PPP (Partai Persatuan Pembangunan).
APA saja gambaran bakal calon wakil presiden Ganjar? Suami dari Siti Atiqoh Supriyanti ini hanya memberikan kata kunci cawapres harus satu visi dan kompak. Disinggung apakah yang dekat dengan generasi muda? Ia menjawab tidak selalu, karena banyak yang muda tapi jiwa tua atau sebaliknya banyak orang tua berjiwa muda.
“Tidak selalu (anak muda) banyak anak muda pikirannya tua banyak juga orang tua. pikirannya muda. Yang penting jiwanya, kalau jiwanya muda, muda lebih bagus dia tapi banyak juga tokoh-tokoh senior punya jiwa muda. Dia paham, paham itu bisa memahami persoalan-persoalan holistik dan kemudian bisa menerjemahkan sebuah keputusan secara spesifik lalu bersinggungan langsung dengan kelompok-kelompok itu,” jelas Ganjar
Kata Ganjar, PPP dan Perindo (Partai Persatuan Indonesia) sudah masuk koalisi jadi wajib memenangkan calon yang diusung. Ia membuka pintu siapapun yang memiliki calon wakil presiden silakan diusulkan, untuk penentunya tergantung hasil negosiasi.
“Kan banyak partai yang bergabung dengan PDIP, bekerja sama bergabung dari dulu oleh siapa yang akan bergabung dan akan bekerja sama dan punya calon, boleh diberikan. Jadi nanti kita akan nego secara bersama-sama,” katanya
Menurut Ganjar, tanggung jawab dari partai koalisi memenangkan Ganjar, ia juga menyebut sudah bertemu dengan PAN tapi belum menyampaikan keputusan. Sebagai partai koalisi harus punya komitmen karena itu sudah menjadi kesepakatan. [*]
Editor : Hari Puspita