SINGARAJA– Daftar pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terus berfluktuasi. Sempat meningkat saat masih berstatus Daftar Pemilih Sementara (DPS), kini jumlah pemilih mengalami penyusutan setelah berstatus Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Rabu (21/6), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng melakukan penetapan DPT di Hotel Aneka Lovina. Dalam pleno, terungkap angka pemilih dalam DPT sebanyak 611.901 orang. Jumlah itu susut bila dibandingkan dengan DPS Hasil Perbaikan (DPS-HP) yang sebanyak 613.768 orang pemilih.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengatakan, berkurangnya jumlah pemilih dipicu sejumlah faktor. Di antaranya ada warga yang meninggal dunia, pindah domisili, beralih profesi menjadi TNI/Polri, maupun yang datanya ganda.
“Data pemilih itu kan memang selalu fluktuaktif. Ada juga yang pemilih baru, itu kami akomodasi. Seperti TNI/Polri yang baru pensiun itu masuk datanya,” kata Dudhi.
Ia memastikan data pemilih saat ini sudah klir, valid, dan akurat. Kalau toh ada pemilih baru, mereka akan tetap diakomodasi dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Mereka dapat menyalurkan hak suara di Tempat Pemungutan Suara terdekat dari alamat tinggal, dengan menunjukkan KTP elektronik.
“Semua tetap diakomodasi, sepanjang memenuhi persyaratan dan sudah mengantongi KTP elektronik. Karena mereka WNI yang sudah memenuhi syarat, maka hak pilihnya harus dilindungi,” tandasnya.
Editor : Donny Tabelak