SEMARAPURA, Radar Bali.id- DPD Perindo Klungkung optimistis mampu membentuk satu fraksi di DPRD Klungkung pada Pileg Tahun 2024 mendatang.
Meski pada Pileg Tahun 2019 lalu partai dengan logo garuda membentangkan sayap itu hanya mampu memperoleh satu kursi di DPRD Klungkung. Sehingga harus bergabung dengan Partai Demokrat untuk bisa membentuk satu kursi fraksi.
Karena untuk membentuk satu fraksi, masing-masing partai minimal memiliki tiga kursi di DPRD Klungkung. Sementara Ketua Pencalegan DPD Perindo Klungkung, I Putu Tika Winawan, Rabu (30/8/2023) mengaku optimistis DPD Perindo Klungkung mampu membentuk satu kursi atau memperoleh satu kursi di masing-masing daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Klungkung yang berjumlah empat dapil. “Kami optimistis bentuk fraksi, dan masing-masing dapil cukup satu kursi,” ujarnya.
Menurutnya optimismenya itu bukan tanpa alasan. Saat ini, Perindo Klungkung diperkuat oleh bakal calon legislatif (bacaleg) potensial. Nama-nama itu telah lama terjun di dunia politik. Bahkan pernah menduduki kursi wakil rakyat Klungkung.
Untuk dapil Klungkung 1 (Kecamatan Klungkung), ada dirinya yang pernah menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Klungkung periode 2009-2014, incumbent I Nyoman Mujana, dan musisi Bali yang sudah lama terjun ke dunia politik, I Ketut Margiana. “Saya sangat optimistis di Dapil Klungkung 1, Perindo mampu mengamankan satu kursi. Kalau tidak dapat, saya akan nyineb wangsa (mundur) dari dunia perpolitikan di Klungkung,” katanya.
Sementara itu Dapil Banjarangkan ada I Wayan Kicen Adnyana yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Klungkung dari Dapil Banjarangkan. Di Dapil Nusa Penida, ada nama I Ketut Tamtam yang pernah menjabat sebagai Kades Bungamekar, Nusa Penida.
Lalu ada I Komang Ludra yang pernah tiga kali menjadi anggota dewan.
Meski begitu, dia tidak mau jemawa. Menurutnya ada sejumlah tantangan yang mesti diperhatikan untuk bisa mencapai target Perindo Klungkung itu.
Di antaranya dinamika politik, dan apatisnya sikap masyarakat terhadap parpol. “Tetapi kami tetap harus optimistis,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita