BULELENG- Politisi PDI Perjuangan, I Gusti Ayu Aries Sujati berambisi merebut kursi DPR RI. Ia ingin menantang dominasi patriarki yang begitu kuat di senayan.
Seperti diketahui, dominasi politisi pria di Senayan begitu kuat. Terutama dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bali. Hingga kini baru dua orang politisi perempuan yang mampu berhasil tembus masuk ke senayan.
Kedua politisi perempuan itu adalah IGA Putri Astrid Kartika dan Tutik Kusuma Wardhani. Astrid masuk ke Senayan pada 2018 lalu. Dia menggantikan posisi Wayan Koster yang mengundurkan diri dan maju sebagai Gubernur Bali. Tutik juga masuk pada periode 2014-2019. Dia menggantikan posisi Jero Wacik yang ditahan karena tersangkut perkara korupsi.
Nah pada Pemilu 2024, Aries mencoba mendobrak dominasi patriarki khususnya di Dapil Bali. Dia ingin menjadi perempuan pertama yang berhasil lolos murni ke Senayan, tanpa harus melalui proses PAW. Dia pun meninggalkan zona nyaman sebagai anggota Komisi IV DPRD Bali dan naik tingkat berebut kursi DPR RI.
“Saya ingin mengisi kuota perempuan. Sesuai regulasi, dari sembilan kursi, tiga kursi diantaranya harus ada perempuan. Tapi sampai sekarang belum ada perempuan yang langsung masuk DPR RI, bukan lewat PAW,” kata Aries saat dihubungi kemarin (5/9).
Ia mengakui tantangan mendobrak dominasi itu cukup berat. Mengingat dari sembilan orang anggota DPR RI saat ini, tujuh orang diantaranya memutuskan maju kembali. Ketujuhnya merupakan calon petahana.
Dari internal PDI Perjuangan ada nama IGN Kesuma Kelakan, I Nyoman Parta, I Wayan Sudirta, dan I Ketut Kariyasa Adnyana. Sementara dari Golkar ada nama Gde Sumarjaya Linggih dan A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra. Sedangkan dari Demokrat ada nama Putu Supadma Rudana.
“Bagi saya ini tantangan yang cukup berat. Persaingannya juga cukup ketat. Apalagi yang sekarang petahana itu laki-laki semua. Tentu ini harus diatasi,” imbuhnya.
Meski begitu ia optimistis bisa melenggang ke Senayan. Alasannya pada periode 2012 hingga 2022 tatkala ia duduk sebagai Ketua Tim Penggerak PKK di Buleleng, Aries merasa sudah banyak berbuat. Ia pun optimistis bisa meraup suara cukup banyak di Buleleng. Terlebih sang suami, Putu Agus Suradnyana juga mantan Bupati Buleleng dua periode.
“Saya yakin di buleleng akan dapat suara cukup banyak, karena saya sudah berbuat untuk Buleleng. Suami saya juga sudah berbuat. Jadi sekarang saya cukup bergerak diam-diam saja, didampingi suami saya sebagai manajer,” kata Aries. (*)
Editor : Donny Tabelak