GIANYAR -Sejumlah baliho dan bendera PDIP di seputaran lokasi kunjungan Presiden Jokowi di Balai Desa Batubulan, Gianyar dicopot oleh Pol PP Provinsi Bali, dan juga aparat terkait, Selasa (31/10).
Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke SMKN 1 Sukawati, pasar Bulan dan Balai Budaya Desa Batubulan Gianyar. Pada kesempatan itu, Presiden juga membagikan paket sembako kepada Masyarakat
Ketua Fraksi PDIP Gianyar, Ketut Sudarsana saat dikonfirmasi terkait penurunan baliho dan bendera partai PDIP tersebut, ia membenarkan. Dia mengatakan tak ada koordinasi dengan PDIP Gianyar terkait penurunan sejumlah baliho tersebut. Dikatakannya sejumlah baliho tersebut telah dipasang sekitar tiga hari sebelumnya.
"Gak ada koordinasi dari Pol PP. Dipasang tiga hari lalu," katanya via sambungan telpon.
Menurutnya, bahwa sejumlah baliho yang telah dipasang itu sebelumnya tak memiliki tujuan lain. "Kan banyak baliho Ganjar di mana-mana. Kebetulan saja Batubulan pemilihnya PDI cukup besar di Batubulan, Sukawati ini kan basis kami," sambungnya.
Lanjut dia, sejumlah baliho yang terpasang itu merupakan alat peraga sosialisasi. Hal itu secara aturan karena belum masuk ke ranah Bawaslu dan KPU. Sehingga baliho tersebut dipasang untuk memperkenalkan calon dan partai PDIP ke masyarakat.
"Kami tak mempermasalahkan itu diturunkan. Itu bentuk arogansi penguasa lewat tangan petugas aparat di lapangan," sambungnya.
Meski telah diturunkan oleh petugas, namun pihaknya mengaku bahwa nantinya sejumlah baliho itu akan kembali dipasang di lokasi yang sama. Karena memang, PDIP tak memiliki tujuan lain yang berkaitan dengan presiden Jokowi. "Kemungkinan besar akan dipasang lagi. Karena tak ada yang dilanggar. Kami sudah minta ijin sama klian-klian adat," tambahnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gianyar, Iptu Nyoman Tantra melalui grup WhatsApp Humas Media Polres Gianyar menegaskan, baliho yang diturunkan petugas gabungan tak hanya dari PDIP saja.
"Yang dibersihkan oleh Satpol PP Provinsi bukan hanya dari PDIP, tapi semua baliho dan APK di lokasi giat Kenegaraan RI 1," pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak