Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berawal dari Satpam, Bro Adi Nyaleg DPRD Bali Dapil Denpasar, Dorong Pembangunan SDM dan Bandara Bali Utara

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 29 November 2023 | 03:22 WIB
OPTIMISTIS: I Nengah Yasa Adi Susanto alias Bro Adi caleg PSI untuk DPRD Bali dari dapil Denpasar saat di podcast radarbali
OPTIMISTIS: I Nengah Yasa Adi Susanto alias Bro Adi caleg PSI untuk DPRD Bali dari dapil Denpasar saat di podcast radarbali

DENPASAR, radarbali.id -Citra calon legislatif banyak menarik perhatian dari latar belakangnya.  Dari nol meniti karir hingga bisa menjadi pemilik sekolah, advokat dan menjadi pemimpin partai di daerah, begitu terjal jalan I Nengah Yasa Adi Susanto. Berawal jadi satpam di beberapa hotel karena merasa tidak memiliki kemampuan dan sembari belajar Bahasa Inggris.

Kemudian naik level tidak hanya menjadi satpam, tapi juga telepon operator di Nikko Bali Resort. Setelah sebagai satpam bekerja di kapal pesiar selama 10 tahun, lanjut fokus sebagai pengusaha di pelatihan keterampilan di bidang hospitality.

Ia sudah berhasil memberangkatkan ribuan pekerja ke luar negeri. Untuk di Denpasar ia telah memberangkatkan 6000 orang Denpasar bekerja ke kapal pesiar. Selain itu menjadi advokat tahun 2015, ia juga berapa kali mengadvokasi warga Bali yang ditipu agen kapal pesiar yang bodong.

 Baca Juga: Efek Kaesang Putra Presiden Jokowi, Ternyata Banyak Anak Muda Gabung ke PSI Gianyar

Beberapa tahun lalu memilih terjun ke politik langsung menjadi Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali 2016 sampai sekarang. Terjun ke politik karena terinspirasi sosok Jokowi. Belajar dari Jokowi membuat politik untuk dedikasi hidupnya untuk rakyat.

“Kenapa terjun ke politik karena selama ini hanya bisa membantu orang berangkat bekerja ke luar negeri. Dengan duduk di dewan bisa melakukan lebih banyak. Salah satu yang ingin direvisi Perda terkait LPD, karena ada pasal yang memiliki kelemahan sehingga banyak LPD yang bermasalah,” jelasnya.

Sekarang maju lagi sebagai Caleg DPRD Provinsi Bali dapil Kota Denpasar nomor urut 1. Visi yang ingin dibawa Berjuang Untuk Mengawal Harmonisasi Pembangunan Bali Berlandaskan Tri Hita Karana. Walau dia maju di dapil neraka, Bro Adi, begitu optimistis bersaing dengan caleg partai penguasa.


"Kenapa saya jadi satpam terus kerja di kapal pesiar. Kalau saya ingin sesuatu pasti kita perjuangkan secara maksimal. Urusan dapat atau tidak itu urusan belakang. Sama kayak kata orang dapil Denpasar dibilang dapil neraka tapi saya bisa masuk. Kemana-mana saya bisa masuk," jelasnya.

Tahun 2019 Bro Adi pernah nyaleg merebut DPR RI, tapi PSI tidak lolos parliamentary threshold (PT), namun suara yang diperoleh sangat signifikan.

Bro Adi tidak ingin mengandalkan suara partai, tapi berharap suaranya nanti lebih besar. Baginya itu tidak mustahil karena telah melakukan hitung-hitungan secara nyata. Sebelum memutuskan untuk maju ia telah melakukan kerja nyata di daerah pemilihannya.

'Saya sudah bekerja di Denpasar. Karena memang tidak banyak saya publikasikan. Saya Silent Movement saja," katanya.

 

Berharap pembangunan di Bali adanya harmonisasi, bidang palemahan (lingkungan), parahyangan dan pawongan supaya tidak ada ketimpangan. Ada yang membangun infrastruktur saja tapi lupa membangun sumber daya manusia (SDM). "Pengangguran tinggi lah, tapi syukur bisa menempatkan orang di luar negeri. Penguatan SDM harus dilakukan memaksimalkan BLK (Balai Latihan Kerja) digarap," jelasnya.

Jika Bro Adi terpilih sebagai DPRD Provinsi, ia akan mendorong pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan kapal pesiar dan bandara ke dua terbangun. Artinya ada alternative airport. Ia heran sebelumnya mantan Gubernur Bali Wayan Koster menggadang-gadang pembangunan Bandara Buleleng, tapi karena Ketua Umum PDIP tidak setuju sehingga Wayan Koster berubah pikiran.

 

‘Kemudian sisi Parahyangan, pembangunan keagamaan diperlukan supaya ada pemerataan. SDM kuat ada iman yang kuat,” tuturnya.

Memilih maju sebagai legislatif ingin banyak berbuat lebih untuk masyarakat karena selama ini hanya teriak-teriak di media sosial saja. Ia juga menyoroti penyaluran dana hibah supaya adil. Kerap dia mendengar ada pemotongan, ia tidak ingin dana bansos disunat- sunat lagi karena itu masuk indikasi korupsi.

“Itu saya dengar di masyarakat. Bisa kita edukasi ke masyarakat hibah bansos adalah hak masyarakat. Anggota dewan dan gubernur memfasilitasi. Faktanya banyak dipotong-potong,” ujarnya. ***

Editor : M.Ridwan
#dapil denpasar #caleg #I Nengah Yasa Adi Susanto #psi #bro adi #dprd bali