NEGARA, Radar Bali.id - Tokoh agama Jembrana satu komitmen untuk menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama pada pemilu serentak 2024. Namun hal yang perlu diantisipasi sosial media yang kerap menjadi pemicu pemecah belah kerukunan antar umat beragama.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jembrana Patahul Bari, saat focus group discussion (FHD) kerukunan umat beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jembrana untuk meningkatkan harmonisasi dan toleransi antarumat beragama menjelang pemilu serentak 2024, Kamis (30/11/2023).
Menurutnya, Jembrana yang memiliki penduduk heterogen selama ini sudah hidup harmonis antar umat beragama. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga dan memperkokoh kerukunan umat beragama di Jembrana, terutama jelang pemilu 2024 agar Jembrana tetap dalam situasi yang kondusif.
"Era perkembangan teknologi infomasi, sosial media yang berkembang pesat, harus diwaspadai akun palsu di media sosial pemecah belah kerukunan antar umat beragama," tegasnya.
Toleransi beragama di Jembrana yang sudah kokoh sejak lama, harus diperkuat lagi dan menjadi contoh untuk darah lain dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis pada pemilu 2024 mendatang. [*]
Editor : Hari Puspita