DENPASAR, radarbali.id - Pemilu Legislatif 2024 sudah memasuki masa kampanye. Para calon legislatif (caleg) diperbolehkan melancarkan kampanye. Ketua DPD Partai Golkar Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry pada Pemilu 2024 depan untuk kali pertama menjadi caleg DPRRI. Menuju Senayan jika terpilih.
Dalam perbincangan di Podcast Jawa Pos Radar Bali, belum lama ini, Sugawa Korry menyebut pilihan ikut merebut kursi DPR RI dapil Bali sebuah keputusan yang tepat. Yaitu, untuk regenerasi di Partai Golkar. Sebab selama atau sudah 4 periode duduk di DPRD Bali.
Saat ditanya apa yang akan diperjuangkan untuk rakyat Bali jika terpilih menjadi legislator Senayan, Sugawa Korry menyatakan sangat fokus dengan bidang pertanian dan juga pariwisata berkualitas. Politisi asal Desa Banyuatis, Buleleng ini sangat dekat dengan para petani. Berapa kali menyumbangkan bibit dan juga membantu memberikan pelatihan untuk pengusaha yang menekuni bidang pertanian.
Dalam podcast Radar Bali, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini menginginkan pertanian kembali Berjaya seperti tahun 1970an. Pada masa itu Kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)didominasi oleh pertanian kurang lebih 67 persen. Tidak seperti saat ini pertanian terus merosot. “Ketergantungan besar sektor pariwisata yang dikelilingi kelemahan. Salah satu isu perang, atau bom Bali, penyakit terjun bebas langsung sehingga riskan,” kata Sugawa.
Menurut Sugawa, supaya perekonomian Bali aman kuat perlu keseimbangan baru. Formulasinya pariwisata tidak boleh dijual murah. Bukan pariwisata massa tapi pariwisata yang berkualitas.
Sektor pertanian didorong untuk berkembang dengan didukung industri pengolahan sehingga tidak diproduksi bahan mentah saja. Maka, dibutuhkan peran pemerintah mengintervensi membantu, menyiapkan anggaran dan teknologi.
“Pertanian di Bali lahannya terbatas, sektor pertanian dibuat kebijakan mengarah pada produk yang berkualitas sehingga lebih bernilai,:”jelasnya.
Produksi pertanian harus diolah bukan hanya menghasil barang mentah. Maka, juga dibutuhkan pasar lebih terbuka. Justru pemerintah harus merangkul investor yang concern dengan pertanian dengan membuat industri pengolahan produk pertanian.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Bali Sugawa salah satu kerja nyatanya menginisiasi membuat produk aturan daerah yaitu Perda Perlindungan Buah Lokal yang mewajibkan menggunakan buah lokal.
Baca Juga: Sambut Musim Tanam, Sugawa Korry Sumbang Ribuan Bibit Jagung
Disinggung mengenai ketimpangan ekonomi, Sugawa memiliki konsep dengan mendorong kesimbangan baru pada struktur ekonomi. Jadi, sektor pertanian diperkuat dengan didukung sektor industri pengolahan. Bukan berarti pariwisata ditinggalkan tapi, diperkuat dengan cara pariwisata mengarah pariwisata berkualitas.
"Jangan dijual murah intinya. Kesimbangan ini terjadi jika infrastruktur berlaku seimbang. Saat ini serba di Bali Selatan," jelasnya.
Sugawa menceritakanketika ia ke Angkasa Pura beberapa hari lalu, ia miris dengan data kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai 25 juta, yang sementara ini sudah 19 juta penumpang yang dilayani. Maka dari itu dibutuhkan bandara baru.
Ia menuturkan, sebelumnya Sugawa tidak pernahcawe-cawe tentang bandara Bali Utara, tapi ia merasa terketuk saat ada pernyataan dari ketua umum partai tidak setuju dengan pembangunan bandara di Bali Utara.
"Saat itu lah saya mulai berbicara. Saat itu juga persis ada diskusi pembahasan RTRWP salah satu materinya menghapus lokasi itu (bandara, red)," jelasnya.
Pada pembahasan perubahan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Sugawa sebagai pimpinan Partai Golkar melalui Fraksi meminta untuk meneruskan berjuang supaya rencana bandara tidak tercoret. Akhirnya rencana pembangunan bandara Bali Utara itu tetap masuk.
"Bahwa bandara di Bali Utara tetap direncanakan dan diberikan peluang tapi dimana lokasinya diserahkan undang-undang," jelasnya.
Tidak mengenai perekonomian, Sugawa Korry menginginkan mewujudkan konsolidasi politik antara anggota DPR RI dari Bali. Jika duduk di Senayan ingin mengkonsolidasi kekuatan politik Bali. Karena selama ini anggota DPR RI hampir tidak pernah konsolidasi isu yang sama untuk kepentingan bali berjalan sendiri-sendiri.
"Jadi berjalan sendiri-sendiri saya ingin satu komunikasi intensif. Baik legislatif DPR dan DPD, tentu juga gubernur dan pimpinan DPRD disini,"harapnya.***
Editor : M.Ridwan