TABANAN– Meski Kabupaten Tabanan dikenal sebagai kabupaten lumbung pangannya Bali, namun minat generasi muda yang ingin bekerja sebagai seorang petani masih rendah. Ironinya saat ini tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian masih didominasi oleh kalangan lansia.
Kondisi ini pun menjadi perhatian serius Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga. Menurut Dirga, agar tetap terjaga eksistensi kabupaten Tabanan sebagai lumbung beras, maka perlu keterlibatan generasi muda di bidang pertanian. Itu sebagai regenerasi dalam melanjutkan usaha pertanian selama ini ada di Tabanan.
Keterlibatan anak muda sangat penting dan dibutuhkan untuk kelangsungan sektor pertanian di Tabanan.
“Kita ketahui sendiri hanya sektor pertanian yang bisa bertahan saat zaman Covid-19 melanda,” tutur Politisi asal Banjar Dinas Sakeh, Desa Sudimara, Tabanan, Senin (12/11).
Sejatinya dalam meningkatkan minat kalangan anak muda untuk bisa terjun di bidang pertanian. Pemerintah Kabupaten Tabanan telah banyak melaksanakan kegiatan.
Salah satunya bimbingan teknis pertanian yang ramah lingkungan. Karena program ini dengan tujuan selain menjaring minat bakat bertani. Juga memperkenalkan pengetahuan baru soal teknologi pertanian hingga pertanian organik.
“Kendati beberapa kali dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, sayangnya masih rendah minat generasi muda mengikuti bimbingan tersebut,” jelas Dirga.
Dirga berharap peran generasi untuk bisa terlibat di sektor pertanian. Karena sebagai seorang petani tidak hanya sekedar mengolah pertanian semata. Melainkan mereka melakukan usaha produk pertanian.
“Kami pun di pemerintah daerah siap memfasilitasi dan bersinergi, karena ini sudah menjadi perhatian serius pemerintah Tabanan saat ini,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak