DENPASAR,radarbali.id - Diskursus soal wacana pembangunan Bandara Bali Utara dianggap seksi jadi jualan politik. Rata-rata partai politik membangkitkan kembali wacana pembangunan Bandara Bali Utara saat Pemilu 2024 ini, kecuali dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atau partai pengusung paslon nomor 3 Ganjar-Mahfud.
Diwawancarai Ketua DPD Hanura Bali, Kadek Arimbawa alias Lolak ia menyebutkan isu pembangunan bandara di Bali selalu jadi "jualan" setiap Pemilu.
"Setiap Pilkada, Pilgub keluar, Pemilihan Bupati keluar, Pilpres keluar," ucap Lolak.
Dia mengingatkan masyarakat lebih cerdas menanggapi janji-janji partai politik. Mantan Anggota DPD RI dua periode ini mengatakan semua program itu hasil dari putusan politik.
"Harus cerdas menyikapi janji-janji politik," ujar Lolak.
Ditanya sejak kapan wacana itu dihembus, Lolak tidak tahu tepatnya kapan tapi ia memperkirakan saat di zaman Jokowi. Karena sepengetahuannya zaman Susilo Bambang Yudhoyono tidak ada wacana pembangunan bandara Bali Utara.
"Tidak tahu pastinya kapan (wacana Bandara Bali Utara,red). Tapi saat presiden SBY belum ada itu," katanya.
Seperti diketahui dari partai politik pengusung calon presiden dan wakil presiden nomor 1 dan 2 kompak dan berjanji mendukung untuk melanjutkan rencana pembangunan bandara Bali Utara.***
Editor : M.Ridwan