DENPASAR, Radar Bali- Pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Gibran banyak didukung anak-anak muda. Kali ini, dari Relawan Semeton Prabowo menggelar kegiatan Bincang Santai Politik (BISTIK) mengangkat tema “Sadar Memilih, Bali Metaksu” di Denpasar pada Selasa (16/1) malam.
Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari kalangan muda, diantaranya Made Muliawan Arya atau De Gadjah selaku Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Bali, Ida Bagus Yoga Adi Putra selaku Ketua DPC Gerindra Denpasar, Gusti Ayu Putu Ardaba Kory selaku Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Bali, dan Desak Gede Maya Agrevina, selaku Wakil sekretaris DPW PSI Bali, serta Akademisi Bali, Hendika Permana.
Terkait soal tema "Sadar Memilih, Bali Metaksu", De Gadjah mengatakan bali era tahun 1980an masih sakral dengan budayanya. Bali kala itu masih terjaga, bersih dan asri. Salah satu yang membedakan dengan daerah lain, ciri rumah orang Bali tidak ada gerbang seperti sekarang.
"Meski Bali sebagai pariwisata dunia, Bali tetap sakral dan dicari wisatawan karena alam dan budayanya," ujarnya.
Untuk menjaga Bali ini dibutuhkan pemimpin yang berkomitmen menjaga pelestarian alam dan budaya Bali. Katanya, jangan sampai memilih pemimpin yang salah atau hanya ikut-ikutan karena pilihan teman dan sudah tradisi berdasarkan warna partai politik tertentu.
"Jangan ikut-ikutan teman suba kadung keto, suba kadung fanatik dengan warna ini, sekarang memilih pilih mana yang tepat untuk bangsa dan negara," ujarnya.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini, memilih pemimpin bukan hanya untuk 5 tahun ke depan, namun juga untuk 20 tahun mendatang. "Kalau memilih Prabowo-Gibran, saya yakin negara kita akan semakin maju menuju Indonesia emas," tandasnya
Sementara, Sekjen Semeton Prabowo, Putu Asrini Devy alias Devy berkomitmen kegiatan tersebut selalu dilaksanakan. "Setelah di Lampung tanggal 7 bulan 1 kemarin, kami memang akan melaksanakan bistik di Bali. Dan baru bisa hari ini," ungkapnya.
Devy memaparkan acara tersebut mengambil tema yang disesuaikan dengan permasalahan di Bali. Selain menanamkan pemahaman terkait program Prabowo-Gibran, tapi pembahasan ini sangat relevan di Bali.
"Kami ingin membumikan visi-misi Pak Prabowo dan mas Gibran, tentu tema ini kami pilih sesuai dengan isu yang ada di Bali. Seperti pemerataan ekonomi, lingkungan dan Bali yang ditargetkan jadi salah satu kota inovasi," paparnya.
Sebagai informasi, acara Bistik kali ini mengambil tema, 'Sadar Memilih, Bali Metaksu'. Dimana dalam tema tersebut akan diturunkan dalam subtema seputar program kota inovasi, pemerataan ekonomi dan juga lingkungan.
Mantan Presidium KMHDI Pusat itu menilai isu pemerataan ekonomi dan lingkungan di Bali merupakan hal yang penting untuk terus disuarakan. Menurutnya perbedaan pergerakan ekonomi Bali Selatan dan Bali Utara cenderung cukup timpang.
"Isu pemerataan ekonomi antara Bali Utara dan Selatan mesti terus disuarakan. Dan kita bisa yakinkan bahwa itu juga menjadi konsen utama Prabowo-Gibran khusus untuk Bali," tutur Sekjen Relawan yang dibina oleh Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana itu.
"Kemudian juga lingkungan. Bali sudah darurat masalah lingkungan dan sampah. Dan itu yang kami bahas juga dalam diskusi ini, untuk menemukan solusi konkret permasalahan sampah di Bali," pungkasnya. (feb)
Editor : Rosihan Anwar